Dukung Langkah Presiden Prabowo Subianto Gabung ‘Board of Peace’, Muhammadiyah : Strategi Baru untuk Kemerdekaan Palestina
TANGERANGKOTA, WARTAXPRESS.com Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah Indonesia yang memutuskan untuk bergabung dalam Board of Peace (BOP), sebuah inisiatif perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menilai langkah ini sebagai bagian dari strategi politik global yang dinamis untuk memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina. Menurutnya, keputusan pemerintah tersebut tetap berpijak pada koridor konstitusi.
“Pemerintah sudah mengambil kebijakan (bergabung) BOP dan kita dukung, karena prinsip-prinsip konstitusi tetap dipegang oleh Pak Prabowo,” ujar Haedar saat ditemui usai membuka pengkajian Ramadhan 1447 H di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Selasa (24/02/26).
Haedar menekankan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam inisiatif tersebut tidak mengubah posisi dasar negara dalam urusan luar negeri. Ia meyakini Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen pada pembukaan UUD 1945.
“Beliau (Prabowo) sadar betul bahwa kebijakan itu tetap berlandaskan pada prinsip pembukaan UUD ’45, yaitu politik bebas aktif dan tetap menjunjung tinggi kedaulatan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Haedar menjelaskan bahwa jika tujuan utama dari keterlibatan ini adalah untuk melindungi negara Palestina dan memperjuangkan kemerdekaannya, maka segala langkah diplomasi yang melibatkan pihak-pihak berpengaruh perlu ditempuh secara bertanggung jawab.
“Jika tujuannya adalah melindungi negara Palestina dengan segala haknya, dan caranya dengan perjuangan melibatkan pihak-pihak yang punya kekuatan penentu, ya jalankan kebijakan itu dengan penuh tanggung jawab,” tegas Haedar.
Ia juga optimis bahwa dukungan kolektif dari seluruh kekuatan politik bangsa akan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
“Saya yakin seluruh kekuatan bangsa maupun pemerintah tetap memihak sepenuhnya pada Palestina untuk menjadi negara merdeka melalui perjuangan politik yang dinamis dan berlapis-lapis, tidak hanya lewat satu pintu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan