Sepekan Terendam Banjir, Ratusan Warga Cirumpak Tangerang Mulai Diserang Penyakit
TANGERANG KABUPATEN, WARTAXPRESS.com Sudah hampir satu pekan, banjir luapan Sungai Cimanceuri tak kunjung surut merendam Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten. Hingga Rabu (28/01/26), ketinggian air masih terpantau di kisaran 50 hingga 80 sentimeter.
Kondisi ini memaksa lebih dari 1.800 warga untuk bertahan di tenda-tenda pengungsian darurat yang didirikan secara mandiri di bahu jalan desa. Namun, masa pengungsian yang panjang di tengah cuaca buruk mulai berdampak serius pada kesehatan warga.
Berdasarkan data dari posko kesehatan setempat, tercatat sebanyak 630 warga mulai terserang berbagai penyakit akibat lingkungan yang tidak higienis dan paparan cuaca dingin.
Santi, salah satu korban banjir yang mengungsi di gubuk darurat selama enam hari, mengaku mulai merasakan gangguan kesehatan pada kaki dan kepala.
“Kaki pada sakit dan gatal, kepala juga agak pusing. Sejak banjir, buat gubuk sendiri sudah enam hari di sini. Obat gatal yang dikasih cuma sedikit, jadi belum sembuh benar. Perut juga kembung karena sering naik turun air,” keluh Santi.
Sekretaris Desa Cirumpak, Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa mayoritas warga mengeluhkan penyakit kulit (kutu air/gatal-gatal), pusing, dan meriang. Tingginya angka penyakit kulit disebabkan oleh air banjir yang telah tercemar limbah domestik.
“Warga terserang gatal-gatal karena air kotoran dari WC meluap dan bercampur dengan banjir. Efeknya sudah menjalar ke hampir sebagian besar pengungsi,” ujar Ahmad Yani.
Ia menambahkan, saat ini pihak Puskesmas terus melakukan pemantauan intensif. “Data tadi pagi ada sekitar 630 orang yang sudah ditangani. Tim medis juga sedang berkeliling (door-to-door) untuk menyisir warga yang masih terisolasi dan belum bisa keluar menuju tempat yang lebih tinggi,” lanjutnya.
Meski jalan raya sudah mulai bisa dilalui kendaraan, ancaman banjir susulan masih menghantui. Saat ini, sekitar 1.200 unit rumah masih terendam. Ketinggian air menurun ke level 70 cm di beberapa titik namun kondisi arus Masih deras akibat kiriman air dari Sungai Cimanceuri dan Sungai Pasilian.
Sekitar 80% warga masih bertahan di bahu jalan, sementara 20% lainnya mulai kembali ke rumah untuk mengamankan barang-barang karena air di kediaman mereka sudah surut hingga 30 cm.
Pemerintah desa berharap debit air sungai segera normal dan mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi kiriman air susulan jika hujan kembali turun di wilayah hulu.

Tinggalkan Balasan