KAB, TANGERANG, WARTAXPRESS.com — Banjir besar kembali melanda Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, akibat luapan Sungai Cidurian yang diperparah oleh intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir, Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air bervariasi mulai dari 60 sentimeter hingga mencapai 4 meter di sejumlah titik. Permukiman warga yang berada di sekitar bantaran Sungai Cidurian menjadi wilayah paling parah terdampak, khususnya di RT 04 RW 05, di mana hampir seluruh rumah terendam hingga hanya menyisakan bagian atap.

Seiring meningkatnya debit air, jumlah warga terdampak pun terus bertambah. Warga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga menggunakan perahu karet, sementara sebagian lainnya memilih mengungsi ke posko pengungsian atau ke rumah kerabat.

Camat Jayanti, Yandri Permana, menyebutkan banjir kali ini berdampak pada ratusan kepala keluarga.

“Hampir seluruh rumah di RW 04 terendam banjir. Kemudian di RT 05 yang lokasinya lebih tinggi, sekitar sepertiga rumah juga sudah terendam,” ungkapnya.

Menurut Yandri, kondisi banjir semakin parah karena air yang meluap dari sungai tidak dapat kembali mengalir akibat tingginya curah hujan.

“Ketika volume air sungai sudah sangat tinggi lalu ditambah hujan deras yang terus-menerus, air di kawasan perumahan tidak bisa mengalir kembali ke sungai,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 702 kepala keluarga atau 2.532 jiwa yang terdampak banjir. Saat ini, empat posko pengungsian telah disiapkan dan menampung sekitar 500 warga.

“Kurang lebih 500 jiwa. Di antaranya ada warga lansia yang mengalami stroke, anak dengan kondisi disabilitas, serta sekitar 10 balita yang dievakuasi bersama orang tuanya,” ungkapnya.

Dalam kondisi darurat tersebut, Yandri menegaskan kebutuhan mendesak yang diperlukan untuk penanganan banjir, terutama sarana evakuasi dan logistik.

“Perahu karet sangat dibutuhkan untuk evakuasi dan distribusi logistik. Untuk logistik kebutuhan dasar, sementara masih mencukupi, namun kami tetap membutuhkan tambahan, terutama untuk keberlangsungan dapur umum,” paparnya.

Hingga berita ini diturunkan, ketinggian air masih berpotensi bertambah seiring cuaca hujan yang belum mereda di wilayah tersebut.