TANGERANG KOTA, WARTAXPRESS.com — Banjir susulan kembali melanda kawasan bantaran Kali Rawa bokor, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Minggu (18/1/2026). Genangan air merendam puluhan rumah warga dan memaksa sedikitnya 50 warga mengungsi ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Benda.

Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu dini hari. Debit air sungai yang meningkat membuat Kali Rawa bokor meluap dan tak mampu menampung aliran air, sehingga air merambat ke permukiman warga secara bertahap.

Di RT 01 RW 06, sedikitnya 13 rumah yang dihuni 13 kepala keluarga kembali terendam banjir pada Minggu siang. Genangan air mulai memasuki rumah warga sejak Sabtu malam dan pada Minggu pagi mencapai ketinggian sekitar 60 hingga 70 sentimeter.

“Dari hasil pendataan kami, ada sekitar 10 kepala keluarga atau 50 jiwa yang terdampak. Warga mulai mengungsi ke Pos Damkar Benda sekitar subuh, pukul lima pagi,” ujar Royani, Danru 1 pos Damkar Benda.

Menurut Royani, meski sempat meninggi, kondisi banjir perlahan mulai berangsur surut pada Minggu sore. Hal tersebut dipengaruhi oleh aliran Kali Rawa bokor yang cukup lancar, sehingga air mulai turun sekitar 30 sentimeter.

Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi Jalan Husein Sastranegara, jalur penghubung Kota Tangerang dengan Jakarta Barat. Ketinggian air di ruas jalan tersebut berkisar 30 hingga 40 sentimeter.

Meski masih bisa dilalui kendaraan, genangan air menyebabkan perlambatan arus lalu lintas. Sejumlah pengendara terpaksa mengurangi kecepatan untuk menghindari mogok dan kecelakaan, sehingga sempat terjadi kepadatan kendaraan.

Peristiwa ini menjadi banjir kedua yang melanda kawasan Benda pada awal tahun 2026. Selain faktor intensitas hujan yang tinggi, kondisi aliran Kali Rawa bokor yang belum sepenuhnya optimal juga disebut menjadi pemicu utama terjadinya banjir susulan.

Hingga Minggu sore, petugas gabungan masih terus memantau lokasi, memastikan kondisi warga serta perkembangan ketinggian air di wilayah terdampak.