TANGERANGKOTA – Puluhan rumah di wilayah RT 01/RW 06, Kelurahan Benda, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, hingga Selasa (13 Januari 2026) masih terendam banjir. Meski berangsur surut, genangan air setinggi 20 hingga 30 sentimeter masih menghambat aktivitas warga setempat.

Sebelumnya, kawasan tersebut sempat terendam banjir cukup parah dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 70 sentimeter. Kondisi ini memaksa sedikitnya 13 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 45 jiwa mengevakuasi diri ke Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Benda sejak Senin lalu.

Lambatnya air surut di permukiman tersebut disebabkan posisi elevasi aliran kali yang lebih tinggi dibandingkan daratan permukiman warga. Kondisi geografis ini membuat air terjebak dan hanya bisa menyusut secara alami.

Komandan Regu (Danru) 2 UPT Damkar Benda, Mulyadi, menjelaskan bahwa pihaknya tidak dapat melakukan penyedotan menggunakan mesin pompa karena kendala teknis di lapangan.

“Kondisi air sekarang sudah mulai surut. Tadi pagi sempat 20 sampai 30 sentimeter, sore ini di kisaran 10 sampai 20 sentimeter. Kami tidak bisa melakukan penyedotan karena tidak ada tempat pembuangannya. Aliran kali pun saat ini masih tinggi karena kiriman dari wilayah lain,” ujar Mulyadi saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 45 warga masih memilih bertahan di posko pengungsian Pos Damkar Benda. Mereka khawatir debit air kembali naik jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Terkait kebutuhan logistik, warga di pengungsian dilaporkan telah mendapatkan bantuan permakanan dan bantuan darurat lainnya yang disalurkan Dinas Sosial Kota Tangerang.

Warga kini hanya bisa berharap cuaca membaik agar genangan air benar-benar kering dan mereka dapat kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan.