TANGERANG, WARTAXPRESS.com– Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Tangerang sejak Minggu malam hingga Senin siang (12/01/26) mengakibatkan banjir parah di Kecamatan Benda, Banten.

Buruknya sistem drainase dituding menjadi penyebab utama air merendam pemukiman warga dan akses jalan utama.

Pantauan di lokasi menunjukkan Jalan Husein Sastranegara terendam banjir dengan ketinggian mencapai 50 hingga 70 sentimeter sepanjang 500 meter.

Kondisi ini memicu kemacetan panjang lantaran kendaraan harus melaju perlahan saat melintasi genangan. Tak sedikit pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir berakhir dengan kondisi mesin mati atau mogok.

Wilayah ini memang dikenal sebagai titik langganan banjir, namun penyempitan saluran air akibat padatnya pemukiman penduduk memperparah keadaan setiap kali musim penghujan tiba.

Selain melumpuhkan akses jalan, banjir juga merendam puluhan rumah warga dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter. Kondisi ini memaksa sejumlah warga mengevakuasi diri dan mengungsi ke tempat ibadah terdekat.

Rudi, salah seorang warga terdampak, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah sejak beberapa tahun terakhir.

“Sejak awal tahun 2020 sampai sekarang, setiap tahun pasti banjir. Tapi hari ini yang paling parah, ketinggiannya sampai satu meter atau sepinggang orang dewasa. Biasanya hanya sedengkul,” ujar Rudi.

 

Rudi menambahkan, masalah utama di wilayahnya adalah ketiadaan saluran drainase yang memadai di sepanjang jalan. Selain itu, saluran air di wilayah tersebut juga menjadi muara pembuangan air dari jalur Tol Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Pembuangan dari jalur tol lari ke sini. Kalau saluran di tol mampet, otomatis air tertahan. Ditambah lagi terjadi penyempitan di saluran pembuangan ke kali di bagian depan. Warga sekarang hanya bergantung pada mesin pompa air,” lanjutnya.

Saat ini, warga sangat berharap adanya langkah nyata dari Pemerintah Kota Tangerang. Normalisasi saluran drainase dan perbaikan sistem pembuangan air mendesak untuk dilakukan agar banjir tahunan ini tidak terus berulang dan merugikan masyarakat setiap musim penghujan tiba.