Kemarau Panjang, Dasar Sungai Cisadane Mengering, Warga Turun Memancing di Area yang Biasanya Terendam

Surutnya aliran Sungai Cisadane

WARTAXPRESS.com – Debit air Sungai Cisadane di kawasan Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10, Kota Tangerang, Banten, mengalami penyusutan dalam sekitar satu bulan terakhir akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat sebagian dasar sungai yang biasanya terendam air kini terlihat jelas dan dipenuhi bebatuan.

Surutnya aliran Sungai Cisadane dimanfaatkan sejumlah warga untuk turun langsung ke dasar sungai guna memancing maupun menjala ikan. Aktivitas yang biasanya dilakukan dari bantaran sungai kini berpindah ke area yang sebelumnya tertutup genangan air.

Salah seorang pemancing, Gunawan, mengaku telah memancing sejak pagi di dasar Sungai Cisadane. Menurut dia, kondisi air yang surut mulai terjadi sekitar satu bulan terakhir seiring minimnya curah hujan dan tidak dibukanya pintu Bendung Pasar Baru.

“Sudah sekitar sebulan air surut karena jarang hujan. Biasanya kami memancing dari atas bantaran, sekarang bisa turun langsung ke dasar sungai. Ikan juga masih banyak karena airnya surut. Kalau musim hujan, air biasanya penuh sampai meluap,” ujar Gunawan.

Berdasarkan pantauan di Bendung Pasar Baru yang dikelola Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan DAS Cidurian-Cisadane, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, ketinggian air Sungai Cisadane tercatat menyusut sekitar 12 persen dari elevasi normal 12,45 meter.

Seluruh 10 pintu bendung saat ini berada dalam kondisi tertutup atau tidak mengalirkan air. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan air baku yang dimanfaatkan untuk kebutuhan pengolahan air minum dan sektor industri.

Namun, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pasokan air bagi areal persawahan di wilayah hilir apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dan tidak diimbangi peningkatan debit air dari daerah hulu.

Musim kemarau yang masih berlangsung juga membuat pasokan air dari wilayah hulu di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berkurang akibat minimnya curah hujan. Akibatnya, debit Sungai Cisadane terus mengalami penyusutan sehingga memunculkan bagian dasar sungai yang selama ini tidak terlihat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup