SOHIB Berkelas: Upaya Kemkomdigi Ciptakan Konten Digital Kreatif dan Aman

SOHIB Berkelas: Upaya Kemkomdigi Ciptakan Konten Digital Kreatif dan Aman, Jumat 12 Desember 2025, Foto Team wartaxpress.com.

TANGKOT, WARTAXPRESS.com  – Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Ditjen KPM Kemkomdigi) menggelar lokakarya bertajuk SOHIB Berkelas (Sobat Hebat Indonesia Baik Berkegiatan di Kelas) di Hotel Novotel, Kota Tangerang. Kamis 11 Desember 2025.

Acara ini merupakan upaya strategis pemerintah untuk mendorong peningkatan kualitas publikasi digital dalam mendukung program prioritas nasional.

Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) kehumasan daerah ini diikuti oleh sekitar 300 peserta dari kalangan pengelola komunikasi publik.

Lokakarya tersebut secara khusus dirancang untuk membekali peserta dalam memproduksi konten digital yang kreatif, positif, dan strategis.

Direktur Informasi Publik Ditjen KPM Kemkomdigi, Dr. Nursodik Gunarjo, M.Si., menekankan bahwa komunikasi publik saat ini tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk generasi muda.

“Anak-anak muda yang kreatif membuat konten di dunia digital juga kita gandeng. Inilah yang mendorong kami membentuk komunitas Sahabat Indonesia Baik atau SOHIB,” jelasnya.

Komunitas SOHIB memanfaatkan platform Indonesia Baik, yang berfungsi sebagai pusat informasi dengan kumpulan konten edukatif.

Sejak dibentuk pada tahun 2015 dan aktif menyelenggarakan workshop sejak 2020, komunitas ini telah memberikan dampak positif yang signifikan.

Konten yang dihasilkan SOHIB didistribusikan melalui kanal seperti Indonesia Baik dan InfoPublik, memperkuat ekosistem informasi publik yang berkualitas.

“Kami bersama-sama mendorong penyebaran konten positif melalui kanal internal pemerintah maupun jejaring komunitas,” tutup Nursodik.

Dalam lokakarya di Tangerang, peserta menerima dua materi utama, dengan salah satunya berfokus pada literasi digital. Materi ini mencakup empat pilar penting: digital skills (keterampilan digital), digital safety (keamanan digital), digital ethics (etika digital), dan digital culture (budaya digital).

Nursodik menyoroti bahwa meskipun keterampilan digital masyarakat telah berkembang pesat, tiga pilar lainnya – digital safety, ethics, dan culture – masih perlu diperkuat.

“Kita dorong agar empat pilar literasi digital ini benar-benar dipahami dan diterapkan, terutama dalam produksi konten yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Lokakarya SOHIB telah konsisten digelar sejak tahun 2020 di berbagai kota, termasuk Surabaya, Bali, Semarang, Medan, Batam, dan kini di Tangerang, sebagai wujud komitmen Kemkomdigi dalam mencetak SDM kehumasan yang unggul di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup