Ada Dugaan Praktik Titip-Menitip di SPMB Banten 2026, Inspektorat Audit
WARTAXPRESS.com- Inspektorat Banten tengah menelusuri dugaan praktik titip-menitip Proses pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Provinsi Banten.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di delapan kabupaten dan kota melalui tim Pengendalian, Pengawasan Operasional Perangkat Daerah (P2OPD) dan auditor yang telah diterjunkan sejak tahapan awal SPMB dimulai.
“Kalau SPMB memang Inspektorat mendampingi pelaksanaan dari awal sampai selesai. Kami menurunkan beberapa tim dari P2OPD dan auditor untuk mengawal,” kata Inspektur Provinsi Banten, Sitti Ma’ani Nina dikutip dari BantenNews.co.id, Jumat 17 Juli 2026
Meski dugaan pelanggaran tengah diperiksa, Inspektorat belum bersedia membeberkan lokasi maupun bentuk praktik yang ditemukan.
Nina menyebut, tim di lapangan masih mengumpulkan data dan melakukan pengecekan terhadap seluruh tahapan penerimaan murid baru.
“Kalau memang diperlukan dan memang ada, tentu kami periksa. Teman-teman P2OPD masih mengecek pelaksanaan SPMB di delapan kabupaten dan kota. Nanti mereka menyampaikan laporannya,” ujarnya.
Hingga saat ini, Inspektorat belum mengeluarkan kesimpulan apa pun terkait hasil pengawasan tersebut.
Menurut Nina, laporan dari masing-masing tim belum seluruhnya masuk karena pemeriksaan masih berjalan.
“Saya belum menerima hasil dari teman-teman karena masing-masing tim masih menangani bidang pengawasan yang berbeda,” katanya.
Pengawasan yang dilakukan tidak hanya menyasar dugaan pelanggaran, tetapi juga mencakup aspek teknis, termasuk penerapan sistem dan penggunaan aplikasi selama proses penerimaan berlangsung.
“Terlepas ada laporan atau tidak, kami tetap fokus mengawasi SPMB agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan, baik dari aplikasi maupun pelaksanaannya,” tegasnya.
Nina memastikan Inspektorat akan terus mengawal pelaksanaan SPMB bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.
Menurutnya, evaluasi tetap dibutuhkan meski sistem yang diterapkan saat ini telah diarahkan untuk lebih terbuka.
“Apa yang menjadi program Dindikbud untuk mewujudkan transparansi kami dukung penuh. Kalau sudah baik, tetap harus dievaluasi agar ke depan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan