SUMBAR, WARTAXPRESS.com – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera—Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat—menelan korban jiwa hingga 174 orang per Jumat 28 November 2025.

Data tersebut disampaikan Kepala BNPB, Suharyanto, yang menyebutkan bahwa Sumatra Utara menjadi wilayah dengan dampak terparah.

Sumatra Utara: Korban Terbanyak

BNPB mencatat 116 warga meninggal dunia di Sumut, sementara 42 lainnya masih dalam pencarian.

Korban tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Tapanuli Utara (11 orang), Tapanuli Tengah (47 orang), Tapanuli Selatan (32 orang), Kota Sibolga (17 orang), Humbang Hasundutan (6 orang), Padang Sidempuan (1 orang), hingga Pakpak Bharat (2 orang).

Lebih dari 3.800 kepala keluarga (KK) juga harus mengungsi. Jumlah terbesar berasal dari Mandailing Natal yang mencapai 1.500 KK, disusul Tapanuli Tengah 1.100 KK, serta wilayah lain seperti Tapanuli Utara, Tapsel, Sibolga, dan Humbang Hasundutan.

Aceh: 35 Tewas, Pendataan Masih Berjalan

Di Aceh, jumlah korban meninggal mencapai 35 orang, sementara 25 orang masih dinyatakan hilang. Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara menjadi daerah dengan dampak paling besar. Pendataan lanjutan masih dilakukan di Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Singkil.

Hingga kini, sebanyak 4.846 KK mengungsi ke berbagai titik aman yang disediakan pemda dan relawan.

Sumatra Barat: 23 Warga Meninggal

Sumatra Barat mencatat 23 korban jiwa serta 12 orang hilang. Bencana tersebar di beberapa daerah, termasuk Tanah Datar, Agam, Padang Panjang, Kota Padang, dan Pasaman Barat.

Sebanyak 3.900 KK terpaksa meninggalkan rumah mereka karena kondisi yang belum aman.

BNPB: Tiga Provinsi Terdampak Berat

Suharyanto menegaskan bahwa meski tingkat keparahan berbeda-beda, tiga provinsi ini sama-sama menghadapi bencana besar. “Setiap wilayah butuh perhatian serius. Skalanya berbeda, tetapi dampaknya sama-sama berat bagi masyarakat,” ujarnya.