WARTAXPRESS.com Jakarta Pusat – Upaya nyata dalam mendukung kesejahteraan komunitas Ojek Online (Ojol) Kamtibmas terus diwujudkan oleh Polres Metro Jakarta Pusat.

Kali ini, sorotan tertuju pada inisiatif inovatif “Rakyat Auto” yang menyediakan layanan bengkel dan ganti oli murah, salah satunya berlokasi di Polsubsektor Cempaka Mas, Kemayoran.

Gerai “Rakyat Auto” di Polsubsektor Cempaka Mas, yang terletak di Jl. Letjen Suprapto, kini menjadi tumpuan harapan bagi para driver ojol, terutama dalam menekan tingginya biaya operasional kendaraan.

video yang menampilkan perwakilan komunitas, Jacklyn Choppers, Aiptu Ambarita serta Kapolsubsektor Cempaka Mas, Ipda Sriyadi, terlihat bagaimana gerai yang dilengkapi dengan berbagai peralatan bengkel, seperti kompresor dan stok oli, ini beroperasi.

Jacklyn Choppers, seorang anggota polisi dan didampingi driver ojol yang juga sebagai narasumber, mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif ini.

“Alhamdulillah, tidak lama lagi, lampu oli saya sudah merah. Dengan adanya Rakyat Auto ini, kami bisa ganti oli murah,” ujar salah satu Ojol tersebut. Biaya operasional yang tinggi, terutama untuk perawatan motor, memang menjadi keluhan utama para driver. Gerai “Rakyat Auto” hadir sebagai solusi konkret.

Ipda Sriyadi menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar bantuan, melainkan sebuah program yang dibangun untuk mendorong kemandirian ekonomi dan memperkuat sinergi antara Kepolisian dan komunitas ojol.

“Kami hadir untuk membangun hubungan yang setara dan saling percaya. Gerai ini, bersama dengan Rakyat Mart yang juga diluncurkan Polres Jakpus, adalah bentuk kepedulian. Ini membuka peluang bisnis nyata di lapangan bagi driver, sekaligus menguatkan solidaritas dan persatuan,” jelas Ipda Sriyadi.

Selain “Rakyat Auto” yang fokus pada perawatan kendaraan, Polres Metro Jakarta Pusat juga meluncurkan “Rakyat Mart” di beberapa lokasi, sebuah gerai yang menjual sembako dan kebutuhan harian, seperti kopi dan beras, dengan harga yang terjangkau.

Program kolaboratif ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi para driver, tetapi juga memperkuat peran mereka sebagai mitra Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat), yang siap bersinergi dengan Kepolisian untuk menjaga lingkungan Jakarta tetap aman dan kondusif.

Apakah inisiatif “Rakyat Auto” ini akan menjadi model nasional untuk membantu kesejahteraan driver ojol dan memperkuat kemitraan dengan Kepolisian? Kita tunggu perkembangannya.