BPBD Bogor Tangani Banjir, Longsor, dan Angin Kencang, Lebih dari 2.000 Warga Terdampak
WARTAXPRESS.com – Kabupaten Bogor dilanda sejumlah bencana akibat hujan deras yang mengguyur pada Sabtu 9 Agustus 2025.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat banjir, tanah longsor, dan angin kencang terjadi di berbagai kecamatan dengan total lebih dari 2.000 jiwa terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, mengatakan banjir terparah terjadi di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, akibat luapan Kali Cibeteung yang merendam rumah warga setinggi 1–2 meter.
“Banjir ini berdampak pada sekitar 500 jiwa. Warga dievakuasi menggunakan perahu karet, dan hingga malam air belum surut,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Bencana besar lain juga terjadi di Desa Bojong Gede, Kecamatan Bojonggede, akibat meluapnya Kali Cibeureum dan Kali Pesanggrahan dengan ketinggian air 110 sentimeter. Sebanyak 572 jiwa terdampak, sebagian mengungsi ke lokasi aman.
Hujan deras juga memicu banjir dan longsor di Kecamatan Rancabungur, merusak rumah, mengungsikan puluhan warga, serta merendam puluhan rumah di Kampung Cimulang Ujung.
Banjir di Kecamatan Kemang merobohkan satu rumah dan merusak dua rumah lainnya, sementara di Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, luapan Kali Pesanggrahan merendam 53 rumah.
Tanah longsor terjadi di Kecamatan Cibinong dan Kemang, merusak infrastruktur, menutup akses jalan, dan mengancam rumah warga. Angin kencang juga menumbangkan pohon di beberapa titik hingga sempat memblokir jalan.
BPBD menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk evakuasi, pembersihan material, penyedotan air, pemotongan pohon tumbang, dan penyaluran logistik darurat. Edukasi kebencanaan turut diberikan agar warga tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Meski sebagian banjir mulai surut pada malam hari, BPBD masih memantau wilayah rawan mengingat curah hujan di Kabupaten Bogor diperkirakan masih tinggi.

Tinggalkan Balasan