PLN Lakukan Penyegaran Besar di RUPST 2025: Struktur Baru, Energi Baru untuk Transformasi Listrik Nasional

WARTAXPRESS.com — Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT PT PLN (Persero) menghasilkan sejumlah keputusan strategis yang menandai babak baru transformasi perusahaan listrik negara tersebut.

Dalam forum penting yang digelar di lingkungan Kementerian BUMN, pemegang saham menyetujui perubahan susunan direksi sekaligus penambahan posisi Wakil Direktur Utama.

Langkah ini menjadi sorotan karena dinilai sebagai bagian dari penguatan struktur kepemimpinan PLN di tengah tantangan transisi energi dan kebutuhan percepatan layanan kelistrikan nasional.

Salah satu keputusan utama adalah penunjukan Yusuf Didi Setiarto sebagai Wakil Direktur Utama baru.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Legal dan Manajemen Human Capital. Dengan perubahan ini, PLN kini memiliki struktur komando yang lebih luas dalam pengambilan keputusan strategis.

Sementara itu, posisi Direktur Utama tetap dipegang oleh Darmawan Prasodjo, yang kembali dipercaya untuk melanjutkan agenda transformasi perusahaan.

Komisaris PLN, Bambang Eko Suhariyanto, menegaskan bahwa keputusan RUPST mencerminkan kebutuhan penyegaran organisasi agar lebih adaptif.

Ia menyampaikan, “Ada beberapa perubahan di jajaran direksi, termasuk penyesuaian di posisi Direktur Keuangan dan beberapa nomenklatur baru. Kini juga ditambahkan Wakil Direktur Utama, sementara Direktur Utama tetap dijabat Pak Darmawan.”

Perubahan juga terjadi di sejumlah posisi strategis lainnya.

Suroso Isnandar tetap memimpin bidang Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan, sementara Rizal Calvary Marimbo dan Arsyadany Ghana Akmalaputri tetap mengisi posisi penting di sektor pembangkitan dan distribusi.

Di sisi lain, posisi Direktur Keuangan kini diisi oleh Sulistyo Biantoro, menggantikan Sinthya Roesly.

Sementara Direktur Manajemen Risiko berpindah kepada Denny Triyanto. Perubahan juga terjadi pada lini perencanaan dan pengembangan bisnis yang kini dipimpin Rakhmad Dewanto.

Meski terjadi perombakan besar, jajaran dewan komisaris PLN dipastikan tidak mengalami perubahan.

Stabilitas pengawasan ini disebut menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesinambungan strategi perusahaan.

Dari sisi kinerja, PLN mencatat laba bersih Tahun Buku 2025 sebesar Rp7,26 triliun, menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp21,23 triliun.

Meski demikian, penurunan ini dipandang sebagai tantangan dalam fase restrukturisasi dan penyesuaian terhadap dinamika energi global.

Pengamat menilai langkah RUPST ini bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari desain besar PLN untuk memperkuat efisiensi, mempercepat transisi energi hijau, dan meningkatkan keandalan sistem listrik nasional.

Dengan struktur baru ini, PLN diharapkan mampu memperkuat posisi sebagai tulang punggung energi Indonesia sekaligus menjawab tantangan masa depan yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup