Tersangka Mutilasi Kunaefi Baru Tahu Positif HIV Usai Donor Darah
WARTAXPRESS.com – Fakta baru terungkap dalam penyidikan kasus pembunuhan berencana disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51). Tersangka, Saepullah alias SA alias S, diketahui baru mengetahui dirinya terinfeksi HIV pada awal 2026.
Informasi tersebut terungkap setelah penyidik Polda Metro Jaya mendalami kondisi kesehatan serta aktivitas Saepullah sebelum terlibat dalam perkara pembunuhan tersebut.
Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra Kartika mengatakan, Saepullah mengetahui status HIV setelah mengikuti kegiatan donor darah yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) di kawasan GDC, Depok.
” Tersangka Saepullah baru mengetahui jika dirinya mengidap HIV pada sekitar bulan Februari 2026 tahun ini,” kata Dimitri kepada wartawan, Rabu (12/8/2026). Dilansir dari Liputan6.com
Menurut Dimitri, Saepullah memang telah aktif mengikuti kegiatan donor darah sejak masih duduk di bangku SMA. Pada sekitar Februari 2026, ia kembali mengikuti donor darah.
Sekitar tiga minggu setelah donor darah, Saepullah mendapat pemberitahuan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi HIV. Dia kemudian menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatannya.
Pemeriksaan lanjutan dilakukan sekitar Maret 2026 di Puskesmas Pancoran Mas, Depok. Dari pemeriksaan tersebut, Saepullah dinyatakan positif HIV.
Rutin Kontrol dan Konsumsi Obat
Polisi menyebut Saepullah sebelumnya tidak mengetahui bahwa dirinya mengidap HIV. Setelah mengetahui status kesehatannya, tersangka disebut mulai menjalani kontrol dan pengobatan secara rutin.
Dalam pemeriksaan, penyidik juga meminta keterangan sejumlah kerabat dekat Saepullah. Langkah tersebut dilakukan untuk mendalami kondisi serta aktivitas tersangka sebelum kasus pembunuhan Kunaefi terjadi.
Dimitri mengatakan sejumlah kerabat Saepullah juga hidup dengan HIV. Mereka disebut saling memberikan dukungan dan mengikuti kegiatan perkumpulan maupun kajian yang berkaitan dengan orang dengan HIV.
“Ya, kami memeriksa kerabat dekat Saefullah yang juga sama-sama mengidap HIV,” ujar Dimitri.
Kerabat tersebut, lanjut Dimitri, turut membantu Saepullah menjalani perawatan jalan dan mengonsumsi obat secara rutin.
Berdasarkan keterangan Saepullah kepada penyidik, kontrol kesehatan sekaligus pengambilan obat dilakukan di Puskesmas Pancoran Mas, Depok.
“Berdasarkan pengakuan tersangka, tersangka rutin kontrol dan membeli obat di Puskesmas Pancoran Mas Depok,” kata Dimitri.
Penyidik masih mendalami sejumlah fakta lain terkait kasus pembunuhan berencana dan mutilasi terhadap Kunaefi, termasuk aktivitas serta kondisi tersangka sebelum dan setelah peristiwa tersebut.

Tinggalkan Balasan