Kabupaten Tangerang Raup Nilai Investasi Rp17,4 Triliun dalam Tiga Bulan, Klaim Ciptakan Ribuan Lapangan Kerja Baru Tercipta
WARTAXPRESS.com– Arus investasi yang masuk ke Kabupaten Tangerang sepanjang awal tahun 2026 menunjukkan tren positif. Dalam kurun Januari hingga Maret, nilai investasi yang terealisasi mencapai Rp17,41 triliun dan turut mendorong pembukaan puluhan ribu kesempatan kerja baru.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang menunjukkan sebagian besar investasi tersebut berasal dari investor dalam negeri.
Porsi penanaman modal domestik mencapai 67,1 persen, sementara sisanya berasal dari investasi asing.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang Hendar Herawan mengatakan, dominasi investasi dalam negeri menjadi sinyal positif terhadap iklim usaha di daerah tersebut.
“Tingginya porsi PMDN mencerminkan kuatnya kepercayaan pelaku usaha dalam negeri terhadap kepastian berusaha, stabilitas ekonomi daerah, serta kualitas pelayanan perizinan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui DPMPTSP,” ujarnya dikutip dari IDNTimes, Rabu 17 Juni 2026.
Berbeda dari anggapan bahwa investasi hanya berpusat pada sektor industri manufaktur, realisasi investasi di Kabupaten Tangerang justru banyak ditopang oleh sektor perdagangan, jasa, kawasan komersial, serta pengembangan kawasan industri.
Dampaknya tidak hanya terlihat dari pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga pada peningkatan penyerapan tenaga kerja.
Selama triwulan pertama tahun ini, hampir 20 ribu tenaga kerja tercatat terserap di berbagai sektor usaha.
“Hal ini menegaskan bahwa investasi tidak hanya berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan kesempatan kerja,” kata Hendar.
Fenomena bergesernya aktivitas bisnis dari Jakarta ke wilayah Tangerang juga dinilai ikut mendorong pertumbuhan investasi.
Tingginya harga lahan dan properti di ibu kota membuat banyak pelaku usaha mulai melirik kawasan penyangga yang menawarkan biaya lebih kompetitif dengan akses yang terus berkembang.
Pengamat properti dari CBRE, Anton Sitorus, menilai perkembangan kawasan seperti Gading Serpong merupakan bagian dari proses pertumbuhan wilayah yang alami.
Kawasan yang awalnya berkembang sebagai area hunian kini mulai berkembang menjadi pusat aktivitas bisnis dan komersial.
“Pertumbuhan ini terbilang normal. Siklus pengembangan properti diawali dengan hunian, kemudian diikuti kantor, ruko, hotel, dan lain-lain,” kata Anton.
Menurutnya, kawasan barat Tangerang memiliki daya tarik tersendiri karena didukung pengembangan kawasan yang terencana serta konektivitas yang semakin baik.
“Memang beberapa pengembang di sana memiliki rencana pengembangan yang cukup bagus,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya aktivitas bisnis tersebut, pengembang kawasan juga mulai menyiapkan pusat-pusat usaha baru.
Salah satunya melalui pengembangan kawasan bisnis terpadu di Gading Serpong yang dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan perkantoran, ruang komersial, hingga aktivitas usaha berbasis layanan.

Tinggalkan Balasan