Kualitas Udara Tangsel Sempat Terburuk di Indonesia, Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

F-H F-H
Aerial view of the city in the fog

WARTAXPRESS.com– Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada Senin, 15 Juni 2026, pagi.

Berdasarkan data IQAir pada pukul 07.15 WIB, kualitas udara di Tangsel mencatat Air Quality Index (AQI) sebesar 215. Angka tersebut menempatkan Tangsel dalam kategori sangat tidak sehat.

Dalam kategori ini, seluruh kelompok masyarakat berisiko mengalami dampak kesehatan akibat paparan polusi udara.

IQAir menyarankan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, termasuk menghindari olahraga luar ruang serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Sementara itu, kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru diminta lebih waspada.

”Kelompok yang sensitif seperti anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan orang dengan penyakit jantung dari paru harus tetap berada di dalam ruangan dan membatasi aktivitas,” demikian keterangan IQAir.

Selain Tangerang Selatan, sejumlah kota besar lainnya juga mencatat kualitas udara yang buruk pada pagi hari tersebut.

Jakarta berada di urutan kedua dengan AQI 156 atau masuk kategori tidak sehat. Bandung menyusul di posisi ketiga dengan AQI 152.

Kota Tangerang juga masuk dalam daftar wilayah dengan kualitas udara buruk dengan AQI 139. Meski masih berada di bawah Tangsel dan Jakarta, kondisi tersebut telah masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Sementara Surabaya mencatat AQI 121 dengan kategori yang sama.

Berikut daftar lima kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia pada Senin pagi:

1. Tangerang Selatan – AQI 215 (sangat tidak sehat)

2. Jakarta – AQI 156 (tidak sehat)

3. Bandung – AQI 152 (tidak sehat)

4. Tangerang – AQI 139 (tidak sehat bagi kelompok sensitif)

5. Surabaya – AQI 121 (tidak sehat bagi kelompok sensitif)

Di sisi lain, Kota Pekanbaru, Riau, menjadi wilayah dengan kualitas udara terbaik di Indonesia pada pagi itu dengan AQI 52.

Posisi kedua ditempati Pontianak, Kalimantan Barat, dengan AQI 60. Meski demikian, kualitas udara di kedua kota tersebut masih berada dalam kategori sedang.

Pada tingkat global, kota dengan kualitas udara terbaik tercatat berada di Chiang Mai, Thailand, dengan AQI 11 seperti dilansir dari KataData.co.id.

Posisi berikutnya ditemati Sydney, Australia, dengan AQI 14, serta Belgrade, Serbia, dengan AQI 17. Ketiganya masuk kategori kualitas udara baik.

Sementara untuk daftar kota dengan polusi udara terburuk di dunia, Lahore di Pakistan menempati posisi pertama dengan AQI 174.

Disusul Kinshasa di Republik Demokratik Kongo dengan AQI 169, Santiago di Chile dengan AQI 158, Kampala di Uganda dengan AQI 156, serta Jakarta yang juga mencatat AQI 156.

Sebagai informasi, AQI atau Air Quality Index merupakan indeks yang digunakan untuk mengukur kualitas udara berdasarkan konsentrasi sejumlah polutan utama, seperti PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Skala AQI berkisar antara 0 hingga 500. Semakin tinggi angkanya, semakin buruk udara dan semakin besar pula risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar.

Kategori sangat tidak sehat berada pada rentang AQI 200 hingga 299, sedangkan kategori berbahaya berada pada rentang 300 hingga 500.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup