Rampok Bersenpi Sasar Minimarket di Solear, Rp 29,9 Juta Raib: Ke Mana Patroli Dini Hari?
GERANG KAB, WARTAXPRESS.com— Aksi perampokan bersenjata api (senpi) menyasar sebuah minimarket di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten.
Dalam hitungan menit, pelaku menggondol uang tunai hampir Rp 30 juta dari brankas toko dan melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Yang mengundang tanda tanya, aksi nekat itu terjadi saat dini hari—waktu yang seharusnya menjadi jam rawan dengan pengawasan keamanan lebih ketat.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), perampokan terjadi pada Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 03.45 WIB. Dua pria berjaket hitam dan mengenakan helm masuk ke dalam minimarket dengan gerak cepat dan terarah.
Salah satu pelaku diduga langsung menodongkan pistol ke arah kasir yang sedang berjaga. Sementara rekannya mengancam menggunakan senjata tajam dan memaksa pegawai menuju lokasi brankas.
Situasi mencekam tak berhenti di situ. Saat berada di area penyimpanan uang, salah satu karyawan disebut sempat dipukul hingga tersungkur agar mau membuka brankas.
Setelah berhasil menguasai isi brankas, kedua pelaku membawa kabur uang tunai senilai Rp 29.930.000 lalu melarikan diri dengan sepeda motor.
Kapolsek Cisoka, Aditya Surya Sakti, membenarkan peristiwa tersebut. Polisi, kata dia, telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, dan mengamankan rekaman CCTV untuk memburu pelaku.
“Setelah berhasil mendapatkan uang tersebut, akhirnya pelaku kabur menggunakan sepeda motor,” ujar Aditya, Jumat 22 Mei 2026, dikutip dari media Nasional.
Meski begitu, identitas pelaku hingga kini masih misterius. Polisi menduga pelaku bukan pemain baru.
“Pelaku merupakan spesialis dan sampai sejauh ini masih kita lakukan pengembangan,” katanya.
Perampokan ini memunculkan pertanyaan serius soal keamanan minimarket 24 jam di wilayah pinggiran Kabupaten Tangerang.
Dengan pola aksi terstruktur, penggunaan senjata, hingga dugaan pelaku yang sudah berpengalaman, publik menanti seberapa cepat aparat bisa mengungkap jaringan di balik aksi brutal tersebut.
Sebab jika pelaku benar “spesialis”, bukan tidak mungkin ada lokasi lain yang sudah atau akan menjadi sasaran berikutnya.

Tinggalkan Balasan