Apa Menu Santap Sahur dan Berbuka Puasa yang Aman untuk Penderita Diabetes? Ini Kata Dokter
WARTAXPRESS.com- Menjalani puasa Ramadan bagi penderita diabetes membutuhkan perencanaan pola makan yang tepat agar gula darah tetap stabil. Salah satu yang perlu diperhatikan ialah pemilihan menu sahur dan berbuka.
Pemilik Klinik Diabeta dr. Ruly Rahadian menjelaskan, secara umum kebutuhan kalori harian penderita diabetes berkisar antara 1.200–2.000 kalori, tergantung usia, jenis kelamin, berat badan, serta tingkat aktivitas.
Saat puasa, kebutuhan tersebut dibagi sekitar 30–40 persen saat sahur dan 40–50 persen ketika berbuka. Sisanya dapat dipenuhi melalui camilan sehat bila diperlukan.
Komposisi makanan yang dianjurkan meliputi 40–50 persen karbohidrat, 20–30 persen protein, dan 30–35 persen lemak, dengan asupan lemak jenuh dibatasi kurang dari 10 persen.
Selain itu, kebutuhan cairan minimal 30 cc per kilogram berat badan perlu dipenuhi selama waktu tidak berpuasa untuk mencegah dehidrasi, yang risikonya lebih tinggi pada penderita diabetes.
Berikut menu santap sahur dan berbuka puasa yang dianjurkan bagi penderita diabetes dilansir dari kanal YouTube dr Ruly Rahadian, Rabu, 18 Februari 2026.
Menu Sahur yang Disarankan
Saat sahur, disarankan memilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, nasi hitam, roti gandum, atau sumber serat tinggi lainnya.
Porsi karbohidrat sebaiknya dibatasi sekitar 6–9 sendok makan agar tidak menyebabkan lonjakan gula darah.
Tambahkan sayuran minimal satu gelas dan satu porsi buah, seperti satu buah apel atau setengah cangkir buah dengan kadar gula lebih tinggi.
Sumber protein rendah lemak sekitar 100 gram, seperti dada ayam tanpa kulit, ikan, tahu, atau tempe, juga penting untuk menjaga rasa kenyang lebih lama.
Produk susu masih dapat dikonsumsi dengan selektif. Yogurt plain tanpa tambahan gula dinilai lebih aman dibandingkan yogurt dengan perisa buah.
Bagi penderita dengan resistensi insulin berat, susu hewani bisa dipertimbangkan untuk dibatasi dan diganti dengan alternatif nabati seperti susu kedelai atau almond.
Minuman berkafein seperti kopi dan teh sebaiknya dihindari saat sahur karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan memicu dehidrasi.
Menu Berbuka yang Aman
Saat berbuka, penderita diabetes tetap dapat mengonsumsi kurma, namun sebaiknya dibatasi satu hingga dua butir. Sebab, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat.
Menu utama berbuka dianjurkan langsung berupa makanan lengkap dengan karbohidrat kompleks, sayuran, dan protein rendah lemak.
Pola ini membantu menjaga kestabilan gula darah dan mencegah makan berlebihan setelah salat magrib atau tarawih.
Minuman seperti teh atau kopi tanpa gula dapat dikonsumsi setelah berbuka, tetapi sebaiknya tidak berlebihan agar tidak mengganggu kualitas tidur.
Penggunaan pemanis rendah kalori dapat menjadi alternatif bila ingin rasa manis.
Makanan yang Perlu Dihindari
Makanan olahan seperti kue manis, es krim, cokelat, sosis, serta camilan kemasan tinggi gula dan garam sebaiknya dihindari. Selain berpotensi meningkatkan gula darah, kandungan garam yang tinggi juga dapat memperparah risiko dehidrasi selama puasa.
Selain memperhatikan jenis dan porsi makanan, pemantauan gula darah secara berkala sangat dianjurkan. Pemeriksaan dapat dilakukan sebelum makan dan dua jam setelah makan untuk mengetahui respons tubuh terhadap menu yang dikonsumsi.
Setiap individu memiliki kondisi metabolisme yang berbeda, sehingga penyesuaian pola makan perlu disesuaikan dengan hasil pemantauan gula darah masing-masing.

Tinggalkan Balasan