TANGERANG KOTA, WARTAXPRESS.com — Konektivitas udara di Nusa Tenggara Timur terus diperkuat. AirNav Indonesia resmi meningkatkan pelayanan navigasi penerbangan di Bandara Lede Kalumbang, Kabupaten Sumba Barat Daya, dari Aerodrome Flight Information Service (AFIS) menjadi Aerodrome Control Tower (ADC/TWR). Peningkatan layanan ini efektif berlaku sejak 22 Januari 2026.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, menyebut peningkatan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat keselamatan, keamanan, dan efisiensi operasional penerbangan nasional, khususnya di wilayah yang pertumbuhan transportasi udaranya terus meningkat.

“Dengan beroperasinya layanan Tower, pengendalian lalu lintas penerbangan kini dilakukan secara aktif oleh petugas Air Traffic Controller (ATC), baik di darat maupun di ruang udara sekitar bandara. Ini membuat pengaturan penerbangan jauh lebih terstruktur, aman, dan efisien,” ujar Avirianto dalam keterangan resmi, Senin (26/1/2026).

Sebelumnya, layanan AFIS hanya memberikan informasi kondisi lalu lintas dan bandara kepada pilot tanpa kewenangan pengendalian langsung. Berbeda dengan layanan Tower, ATC kini memiliki otoritas penuh dalam mengatur pergerakan pesawat, sehingga potensi risiko operasional dapat ditekan secara signifikan.

Menurut Avirianto, pengoperasian Tower di Bandara Lede Kalumbang tidak sekadar mencerminkan peningkatan level layanan, tetapi juga menunjukkan kesiapan sumber daya manusia, sistem operasional, serta fasilitas navigasi penerbangan yang telah memenuhi standar keselamatan nasional.

Sebagai informasi, Bandara Lede Kalumbang sebelumnya dikenal sebagai Bandara Tambolaka. Perubahan nama bandara ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 206 Tahun 2022 pada 7 November 2022.

“Dengan beroperasinya pelayanan Tower di Tambolaka, koordinasi operasional penerbangan diharapkan semakin optimal. Efisiensi meningkat dan kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan navigasi penerbangan nasional terus tumbuh,” tambahnya.

Proses peningkatan layanan ini sendiri telah berjalan sejak 2019, meliputi pengajuan Konsep Operasi (Konops), sertifikasi pelayanan navigasi penerbangan, verifikasi manual operasi dan fasilitas, hingga pemenuhan kompetensi personel. Saat ini, lima personel ATC Unit Tambolaka telah dinyatakan lulus uji kompetensi dan mengantongi rating Tower (TWR–WATK) dari regulator.

Dari sisi regulasi, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Navigasi Penerbangan telah menerbitkan Sertifikat Penyelenggara Pelayanan Manajemen Lalu Lintas dan Telekomunikasi Penerbangan, serta memberlakukan layanan Tower sesuai AIRAC AIP Amendment 170 per 22 Januari 2026.

AirNav Indonesia optimistis, kehadiran layanan Tower di Bandara Lede Kalumbang akan memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya bagi keselamatan penerbangan nasional, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan publik di Nusa Tenggara Timur, khususnya Sumba Barat Daya.

“Peningkatan ini diharapkan menjadi pendorong kemajuan wilayah sekaligus memperkuat konektivitas udara Indonesia,” pungkas Avirianto.