KOTA TANGERANG, WARTAXPRESS.com – Banjir setinggi hingga 300 sentimeter masih merendam ratusan rumah di Perumahan Periuk Damai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, hingga Minggu (25/1/2026). Banjir yang telah berlangsung memasuki hari ketiga ini belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Ratusan rumah di RW 08 terendam hampir seluruhnya, bahkan di beberapa titik hanya menyisakan bagian atap rumah. Warga terpaksa bertahan di lokasi pengungsian yang dipusatkan di Masjid Al Jihad karena kondisi rumah tidak memungkinkan untuk ditempati.

Lambannya surutnya banjir disebabkan oleh Situ Bulakan yang berfungsi sebagai tempat penampungan air masih dalam kondisi penuh dan tidak mampu lagi menampung debit air kiriman dari wilayah sekitar.

Di tengah kondisi tersebut, warga sesekali meminta bantuan relawan untuk mengecek kondisi rumah mereka atau mengambil barang-barang yang sempat diselamatkan dan disimpan di lantai dua rumah untuk dibawa ke pengungsian.

Camat Periuk, Andika Nugraha, mengatakan sebagian pengungsi di beberapa wilayah lain sudah mulai kembali ke rumah untuk melakukan pembersihan sisa banjir. Namun, genangan masih tinggi di sejumlah titik, khususnya di Perumahan Periuk Damai dan Perumahan Mutiara Pluit.

“Ketinggian air di Periuk Damai masih sekitar tiga meter sampai saat ini. Akses Jalan Alamanda juga masih terputus,” ujar Andika di lokasi pengungsian.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tangerang masih kesulitan memaksimalkan penggunaan mesin pompa air karena tingginya debit air di aliran kali yang menjadi jalur pembuangan.

“Kalau kendaraan sudah bisa masuk, pompa portabel sudah kami siapkan untuk mempercepat surutnya banjir. Untuk sementara, kami berharap air bisa surut secara alami,” jelasnya.

Saat ini, jumlah pengungsi di RW 08 Periuk Damai mencapai lebih dari 800 orang, sementara di RW sebelah sekitar 300 orang. Total pengungsi sebelumnya sempat menembus 4.700 jiwa, namun kini jumlahnya mulai berkurang seiring surutnya banjir di beberapa wilayah lain.

Untuk menjaga kondisi pengungsi, posko pengungsian ditempatkan berdekatan dengan layanan kesehatan dari puskesmas setempat.

Hingga kini, banjir di Kecamatan Periuk masih bertahan akibat Situ Bulakan yang belum mampu menampung tambahan debit air, membuat warga berharap air segera surut dan aktivitas dapat kembali normal.