WARTAXPRESS.com Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa produksi minyak mentah Indonesia telah mencapai 608.000 barel per hari (BOPD) pada Juni 2025. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Pada Januari 2025, produksi tercatat 599.600 BOPD, diikuti oleh 598.500 BOPD pada Februari, 602.900 BOPD pada Maret, 602.400 BOPD pada April, dan 602.900 BOPD pada Mei 2025.

Bahlil juga menambahkan bahwa target lifting minyak mentah untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 adalah 605.000 BOPD, dan ia yakin angka tersebut dapat tercapai.

“Realisasi Juni sudah mencapai 608.000, insya Allah target 2025 bisa tercapai,” ujar Bahlil di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin 11 Agustus 2025.

Meskipun ada optimisme, sejarah menunjukkan bahwa target lifting minyak Indonesia seringkali tidak tercapai sesuai dengan yang ditetapkan dalam APBN. Sebagai contoh, pada 2021, lifting minyak Indonesia tercatat 660.000 BOPD, sementara targetnya adalah 705.000 BOPD. Di 2022, target 612.000 BOPD tidak tercapai, dengan realisasi hanya 703.000 BOPD. Kemudian pada 2023, realisasi lifting mencapai 605.000 BOPD, meskipun targetnya adalah 660.000 BOPD.

Oleh karena itu, Bahlil meminta dukungan dari semua pihak, termasuk Kementerian dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), untuk memastikan target lifting minyak nasional dapat tercapai. Ia juga menekankan bahwa pemerintah tengah berupaya untuk mendorong swasembada energi.

“Target kita di minyak untuk APBN 2025 adalah 605.000 BOPD. Namun, sejak 2008 hingga 2024, realisasi lifting kita tidak pernah mencapai target,” tandasnya.