Status Siaga Lagi, BPBD Minta Warga Pesisir Jauhi Gunung Anak Krakatau dalam Radius 5 Kilometer

F-H F-H
Ilustrasi erupsi Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik. Doc. Istimewa

WARTAXPRESS.com- Masyarakat pesisir di wilayah Banten dan Lampung diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul status Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih berada pada Level III atau Siaga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD PK) Kabupaten Pandeglang mengingatkan warga agar tidak mendekati kawasan gunung api tersebut dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Imbauan ini terutama ditujukan kepada nelayan, wisatawan, dan warga yang beraktivitas di sekitar pesisir.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko terkena lontaran material vulkanik.

“Kami minta masyarakat pesisir tidak mendekati kawasan GAK guna menghindari kecelakaan,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Strategi BPBD PK Pandeglang, Acep Firmansyah, dikutip dari RRI, Senin 2 November 2026.

Acep mengatakan, peringatan kewaspadaan telah disampaikan kepada masyarakat, aparatur kecamatan dan desa, wisatawan, pendaki, hingga jurnalis. Seluruh pihak diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi pesisir pantai Pandeglang hingga saat ini masih relatif aman.

Meski begitu, masyarakat diminta memahami potensi bahaya akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, mulai dari lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, hingga erupsi sekunder yang dapat terjadi akibat kontak panas lava dengan air laut atau air hujan.

BPBD PK Pandeglang juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, termasuk isu mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau yang disebut-sebut dapat memicu tsunami.

Warga tetap diperbolehkan menjalankan aktivitas seperti biasa dengan memperhatikan perkembangan informasi dan arahan dari BPBD setempat.

“Kami minta nelayan, wisatawan, dan warga agar tidak mendekati kawasan GAK, karena khawatir terdampak bebatuan pijar. Petugas merekomendasikan radius lima kilometer dari gunung,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup