Persita Sesalkan Kericuhan Suporter di Laga Lawan Persija
WARTAXPRESS.com– Persita menyayangkan kericuhan yang terjadi dalam pertandingan menghadapi Persija Jakarta pada pekan ke-5 Super League, Sabtu 17 Oktober 2026, di Banten International Stadium.
Akibat insiden tersebut, pertandingan sempat terhenti selama 31 menit.
Kericuhan terjadi di tribune saat jeda paruh pertama dan melibatkan kedua kelompok suporter. Selain itu, sejumlah perkelahian juga dilaporkan terjadi di beberapa area tribune.
Pertandingan yang semula dijadwalkan kembali dimainkan pukul 20.00 WIB baru dapat dilanjutkan pada pukul 20.31 WIB.
Laga kemudian berakhir dengan kemenangan dramatis Persita 3-2 setelah tuan rumah mencetak gol penentu pada menit ke-90+5.
Persita menyebut telah menerima berbagai laporan mengenai penonton yang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.
Pihak penyelenggara pertandingan juga telah memberikan pertolongan pertama medis kepada para korban.
“Kami berharap seluruh korban mendapatkan penanganan yang diperlukan dan dapat segera pulih,” tulis Persita.
Saat ini, Persita tengah mengumpulkan bukti dan berkoordinasi dengan pihak I-League serta kepolisian setempat untuk menyusun laporan dan menindaklanjuti insiden tersebut.
Persita menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk kekerasan di dalam maupun sekitar pertandingan sepak bola.
Klub menilai tindakan sejumlah oknum tidak seharusnya membuat penonton lain kehilangan rasa aman saat menyaksikan pertandingan.
“Sangat disayangkan apabila kejadian seperti ini justru meninggalkan rasa takut, trauma, dan pengalaman buruk bagi para penonton yang hadir. Kami juga khawatir insiden tersebut dapat mengurangi kepercayaan suporter terhadap keamanan di stadion, bahkan membuat mereka enggan untuk kembali hadir dan mendukung tim yang mereka cintai. Hal ini tentu bertentangan dengan semangat sepak bola yang seharusnya menyatukan, menghadirkan kebahagiaan, dan membangun kebersamaan,” tulis Persita.
Persita berharap seluruh pihak dapat mengambil pelajaran dari kejadian tersebut dan bersama-sama menjaga sepak bola Indonesia agar tetap menjadi ruang yang aman, inklusif, dan menyenangkan bagi semua orang.
Di sisi lain, Persija Jakarta juga menyampaikan keprihatinan atas kericuhan tersebut serta mengimbau para suporternya untuk senantiasa menjaga ketertiban.

Tinggalkan Balasan