Usai Degradasi ke Liga 3, Persikota Tangerang Gaspol Gelar Pemusatan Latihan di Yogyakarta

F-H F-H
Tim Sepak Bola Persikota Tangerang menjalani training camp menjelang Liga Nusantara Season 2026/2027 di Yogyakarta, Kamis 15 Oktober 2026

WARTAXPRESS.com- Perjalanan Persikota Tangerang di Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025 harus terhenti usai dipastikan degradasi ke Liga 3 Nusantara.

Selanjutnya, Persikota mulai mematangkan persiapan menghadapi Liga Nusantara musim 2026/2027 dengan menjalani pemusatan latihan atau training camp di Yogyakarta.

Manajer Persikota Tangerang Akmal Syuhairudin Jamil mengatakan, timnya juga telah menjadwalkan sejumlah pertandingan uji coba selama berada di Yogyakarta. Salah satunya menghadapi tim dari grup berbeda.

”Kita tengah menjalani training camp di Jogja untuk mematangkan persiapan. Ada juga laga uji coba dengan tim beda grup yang akan dijalani dalam beberapa hari ke depan,” ujar Akmal, Jumat 16 Oktober 2026.

Dalam salah satu pertandingan uji coba, Persikota berhasil mengalahkan tuan rumah Persiba Bantul dengan skor 4-2.

Hasil tersebut menjadi bagian dari persiapan tim untuk mengukur kesiapan pemain sebelum kompetisi resmi bergulir.

”Laga uji coba kemarin sangat memuaskan, besok tim akan menjalani uji coba lagi menghadapi Persika Karanganyar. Mohon doa dan dukungannya untuk seluruh suporter dan warga Kota Tangerang,” tambahnya.

Pada Liga Nusantara Season 2026/2027, Persikota Tangerang tergabung di Grup A Wilayah Barat.

Klub berjuluk Bayi Ajaib itu akan bersaing dengan Persikotas Nusantara, Persekat Tegal, Pesik Kuningan, Pekanbaru FC, Batavia FC, Sriwijaya FC Palembang, dan Persitara Jakarta Utara.

Persikota sebelumnya harus turun dari Liga 2 setelah gagal mempertahankan posisinya di kasta kedua sepak bola Indonesia.

Tim asal Kota Tangerang itu menjadi salah satu klub yang terdegradasi bersama Persikabo 1973 dan Nusantara United.

Kepastian degradasi Persikota dan Nusantara United terjadi setelah keduanya bermain imbang 3-3 dalam pertandingan krusial Grup H. Hasil tersebut membuat kedua tim hanya mengumpulkan empat poin dari lima pertandingan.

Dalam mekanisme play-off degradasi Liga 2 saat itu, Grup H dan I masing-masing menurunkan dua tim terbawah ke Liga 3.

Sementara di Grup J dan K, dua tim terbawah langsung terdegradasi, sedangkan tim peringkat ketiga dari kedua grup harus menjalani pertandingan tambahan untuk menentukan satu tim lain yang turun kasta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup