Bandara Soetta Kembali Dibuka, Sejumlah Penerbangan Masih Dibatalkan Imbas Abu Vulkanik GAK
WARTAXPRESS.com- Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, kembali melayani penerbangan pada Selasa, 8 September 2026, pagi setelah sebelumnya ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK).
Meski operasional bandara telah dibuka kembali, dampak dari penundaan dan pembatalan penerbangan dalam beberapa hari terakhir masih terasa.
Sejumlah penerbangan mulai berjalan, tetapi beberapa jadwal keberangkatan masih berstatus dibatalkan.
Pantauan di area general check-in Terminal 1B menunjukkan sejumlah penerbangan Lion Air, NAM Air hingga Sriwijaya Air masih tercatat dengan status “Dibatalkan” pada layar informasi penerbangan atau Flight Information Display System (FIDS).
Beberapa penerbangan Lion Air yang masih berstatus dibatalkan antara lain tujuan Makassar dengan nomor JT 774 yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB, Banjarmasin (JT 320) pukul 10.10 WIB, Pontianak (JT 684) pukul 12.20 WIB, Batam (JT 370) pukul 13.25 WIB, serta Surabaya (JT 692) pukul 14.30 WIB.
Penerbangan NAM Air dengan nomor IN 32 tujuan Batam yang dijadwalkan berangkat pukul 10.30 WIB juga masih tercatat dibatalkan.
Di sisi lain, aktivitas penerbangan di Terminal 1B mulai kembali berlangsung. Sejumlah penumpang terlihat melakukan boarding dan pesawat mulai diberangkatkan menuju berbagai tujuan.
Dua di antaranya adalah penerbangan Lion Air menuju Makassar dengan nomor JT 892 dan Denpasar dengan nomor JT 34 yang sama-sama dijadwalkan berangkat pukul 10.00 WIB. Penumpang kedua penerbangan tersebut terlihat mulai memasuki kabin pesawat.
Kondisi lebih lancar terlihat di Terminal 1C yang melayani penerbangan Citilink. Layar informasi keberangkatan di terminal tersebut menunjukkan penerbangan Citilink yang tercantum kembali beroperasi sesuai jadwal dan tidak menampilkan adanya pembatalan.
Corporate Communications Strategic Lion Group Danang Mandala Prihantoro mengatakan, penerbangan dari dan menuju Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta maupun Bandara Halim Perdanakusuma memang masih dibuka secara bertahap.
Menurut Danang, keputusan tersebut mempertimbangkan faktor keselamatan serta kesiapan operasional masing-masing penerbangan.
“Pembukaan penerbangan dilakukan secara bertahap karena kondisi setiap penerbangan perlu dinilai berdasarkan perkembangan abu vulkanik dan kesiapan operasional,” ujar Danang dalam keterangannya dikutip dari Kompas.com.
Ia menjelaskan, pembukaan penerbangan mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kondisi wilayah udara, kesiapan bandara dan fasilitas pendukung, kondisi pesawat, hingga kesiapan awak pesawat.
Abu vulkanik juga menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan karena dapat memengaruhi operasional pesawat yang melintasi jalur penerbangan.
“Pendekatan ini merupakan bagian dari upaya Lion Group untuk memastikan keselamatan dan keamanan pelanggan, awak pesawat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penerbangan,” jelas Danang.

Tinggalkan Balasan