Pemkab Tangerang Siapkan Donasi Patungan ASN untuk Bantu Korban Gempa NTT
WARTAXPRESS.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyiapkan langkah untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan kemanusiaan tersebut salah satunya akan dihimpun melalui donasi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tangerang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja mengatakan, penggalangan donasi dari ASN memungkinkan untuk segera dilakukan karena kegiatan serupa telah menjadi bagian dari respons Pemkab Tangerang ketika bencana terjadi di berbagai daerah.
“Donasi ASN. Sangat mungkin, insya Allah biasanya rutin kita laksanakan,” ucapnya dikutip dari Antara.
Menurut Soma, pengumpulan bantuan melalui ASN nantinya menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
Mekanisme penyaluran bantuan akan dikoordinasikan agar dapat diberikan sesuai kebutuhan di wilayah terdampak.
“Karena Pemkab Tangerang memiliki kepedulian tinggi terhadap aksi kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia,” ujarbya.
Pemkab Tangerang juga membuka kemungkinan berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk mendukung penanganan bencana.
Donasi dapat berupa bantuan logistik maupun pengerahan personel apabila diperlukan dan telah mendapat arahan dari pemerintah pusat.
“Tentunya kita siap menerjunkan bilamana ada instruksi resmi dari pusat, berkaca pada aksi tanggap darurat sebelumnya seperti di Palu dan Aceh,” ungkapnya.
Soma turut menyampaikan keprihatinan atas gempa yang terjadi di Flores, NTT, ketika masyarakat Indonesia tengah memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, gempa tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 kilometer sehingga menimbulkan dampak yang cukup besar di sejumlah wilayah.
“Ini menjadi sebuah keprihatinan kita bersama ya, sebagai sebuah bangsa. Ketika kita memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, ternyata ada rangkaian bencana yang begitu luar biasa ya, terutama yang di NTT Flores ya. Ini dengan kedalaman 10 km itu luar biasa dangkal ya untuk sebuah apa namanya gempa bumi ini,” kata dia.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang wilayah NTT pada Sabtu pagi.
Berdasarkan laporan sementara Kementerian Sosial RI, dampak gempa dirasakan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende.
Sekitar 2.000 jiwa dilaporkan terdampak akibat bencana tersebut. Sementara jumlah warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
BNPB juga melaporkan data sementara hingga Sabtu 15 Agustus 2026 pukul 18.48 WIB. Berdasarkan data tersebut, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 47 orang.

Tinggalkan Balasan