DBS Treasures Tancap Gas di Tengah Gejolak Pasar, Laba Melonjak 289% Berkat AI dan Strategi Wealth Global
WARTAXPRESS.com – Ketidakpastian pasar global dan tingginya volatilitas ternyata tak menghalangi laju bisnis wealth management PT Bank DBS Indonesia. Lewat layanan DBS Treasures, bank ini justru mencatat lonjakan kinerja yang signifikan dengan pertumbuhan laba bersih (Net Profit After Tax/NPAT) mencapai 289% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Kinerja tersebut menjadi sinyal bahwa strategi pengelolaan kekayaan yang menggabungkan riset investasi global, kecerdasan buatan (AI), dan layanan konsultasi yang lebih personal mulai menunjukkan hasil.
Tak hanya laba yang melesat, jumlah nasabah affluent dengan portofolio investasi di atas Rp1 miliar juga meningkat sekitar 8% YoY. Sementara itu, pendapatan per nasabah tumbuh 15% YoY, dengan tingkat kepuasan pelanggan tetap terjaga di angka 4,5 dari 5.
AI Jadi Motor Strategi Investasi
Pertumbuhan DBS Treasures ditopang pendekatan baru yang memadukan analisis dari Chief Investment Office (CIO) DBS, teknologi AI dan machine learning, serta peran Relationship Manager yang lebih aktif mendampingi nasabah.
Lewat pendekatan tersebut, rekomendasi investasi tidak lagi bersifat umum, tetapi disesuaikan dengan profil risiko, kebutuhan, dan tujuan keuangan masing-masing nasabah.
Seorang analis pasar independen menilai strategi tersebut menjadi arah baru industri wealth management di Indonesia.
“Model berbasis data dan AI membuat keputusan investasi lebih cepat dan presisi. Ini bukan sekadar digitalisasi layanan, tetapi transformasi cara bank membaca peluang dan risiko pasar,” ujar seorang analis fintech di Jakarta.
Tetap Tumbuh Meski Pasar Bergejolak
Kinerja positif DBS Treasures diraih di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan. Pada periode year-to-date (YTD), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami koreksi hampir 30%, sementara arus keluar modal asing mencapai puluhan triliun rupiah.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih berada di atas 5% dinilai menjadi penopang penting, sekaligus membuka peluang untuk menerapkan strategi diversifikasi portofolio yang lebih optimal.
Head of Investment & Insurance Product PT Bank DBS Indonesia mengatakan volatilitas pasar bukan menjadi ancaman, melainkan momentum untuk memperkuat strategi investasi jangka panjang.
“Volatilitas bukan ancaman, tetapi sinyal untuk melakukan diversifikasi yang lebih disiplin. Kami melihat peluang tetap terbuka, terutama pada aset defensif seperti emas dan instrumen global,” ujarnya. Selasa 30 Juni 2026.
Emas Jadi Andalan
Dalam strategi investasinya, DBS Treasures meningkatkan eksposur terhadap aset defensif, terutama emas. Permintaan emas global terus meningkat seiring tingginya kebutuhan investor terhadap instrumen lindung nilai di tengah inflasi dan ketidakpastian geopolitik.
Selain itu, DBS juga memperluas pilihan investasi melalui berbagai produk terstruktur, termasuk kontrak pengelolaan dana yang memberikan akses lebih fleksibel ke pasar emas global bagi nasabah high-net-worth.
Raih Pengakuan Global
Kinerja tersebut turut mengantarkan PT Bank DBS Indonesia meraih sejumlah penghargaan di industri private banking. Chief Investment Office (CIO) DBS juga mendapat pengakuan sebagai salah satu penyedia strategi investasi terbaik di Asia.
Pencapaian ini semakin memperkuat posisi DBS sebagai salah satu pemain utama di bisnis wealth management kawasan Asia, di tengah persaingan yang semakin ketat antarbank regional.
Bangun Wealth Management Generasi Baru
Lonjakan kinerja DBS Treasures menunjukkan bahwa persaingan industri perbankan kini tidak lagi hanya mengandalkan produk investasi. Perbankan semakin bertumpu pada kualitas insight, pemanfaatan teknologi, dan layanan yang dipersonalisasi.
Dengan memadukan AI, riset global, serta pendekatan advisory yang lebih terukur, DBS berupaya membangun model wealth management generasi baru, di mana keputusan investasi didukung oleh analisis data yang lebih mendalam.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, strategi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor pembeda bagi bank yang mampu mempertahankan pertumbuhan sekaligus meningkatkan kepercayaan nasabah.

Tinggalkan Balasan