1.151 Km Jalan Daerah Rampung, Qodari: Bukan Sekadar Aspal, Ini Penggerak Ekonomi Desa

Dok.istemewa

WARTAXPRESS.com  – Pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi disebut bukan sekadar proyek infrastruktur. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan proyek tersebut menjadi strategi pemerintah untuk mendorong pemerataan ekonomi hingga ke pelosok desa.

Pembangunan jalan itu merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan konektivitas wilayah. Program ini diarahkan untuk memperlancar distribusi pangan, energi, serta hasil produksi masyarakat di berbagai daerah.

Menurut Qodari, akses jalan yang memadai menjadi fondasi penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

“Kalau akses terbuka, maka ekonomi ikut bergerak. Petani bisa lebih cepat menjual hasil panen, pedagang kecil bisa memperluas jangkauan pasar, dan biaya logistik otomatis turun,” kata Qodari.

Ia menilai pembangunan jalan daerah merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membuka keterisolasian wilayah sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kawasan produksi rakyat. Menurut pemerintah, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan dan energi nasional.

Pemerintah menyebut jalan daerah sebagai “urat nadi” perekonomian karena berperan penting dalam mempercepat arus distribusi barang dan hasil pertanian.

Selama ini, kondisi jalan yang rusak di sejumlah daerah kerap menyebabkan biaya angkut membengkak dan distribusi hasil panen menjadi lambat. Dampaknya, nilai jual produk pertanian menurun dan pendapatan petani ikut tergerus.

“Selama ini banyak hasil panen yang nilainya turun karena keterlambatan distribusi. Dengan jalan yang lebih layak, kita ingin memastikan tidak ada lagi kerugian di tingkat petani,” ujar Qodari.

Pemerintah menegaskan pembangunan infrastruktur ke depan tidak lagi berfokus pada wilayah perkotaan semata. Daerah-daerah yang menjadi sentra produksi pangan, perkebunan, hingga energi akan terus menjadi prioritas pembangunan konektivitas.

Dengan rampungnya pembangunan jalan sepanjang 1.151 kilometer tersebut, pemerintah berharap mobilitas masyarakat semakin lancar, biaya logistik dapat ditekan, serta pemerataan ekonomi di berbagai daerah semakin cepat terwujud.

“Ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi jangka panjang untuk masa depan ekonomi rakyat,” tutup Qodari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup