Mengubah Limbah Jadi Rupiah: Bank Sampah Meranti Tangerang Sulap Sampah Jadi Rebutan Warga!

Mengubah Limbah Jadi Rupiah: Bank Sampah Meranti Tangerang Sulap Sampah Jadi Rebutan Warga!

WARTAXPRESS.com – Siapa sangka sampah anorganik yang dulunya dicampakkan dan dianggap tidak berharga, kini justru menjadi rebutan warga di Kelurahan Buaran Indah, Kota Tangerang. Fenomena positif ini dimotori oleh Bank Sampah Meranti, sebuah inisiatif lokal yang sukses mengubah sudut pandang masyarakat terhadap limbah rumah tangga menjadi ladang ekonomi baru.

Sejak mengudara pada tahun 2018, Bank Sampah Meranti terus menunjukkan tren performa yang luar biasa dalam mengatasi persoalan sampah anorganik di tingkat akar rumput.

Menembus 3 Ton Sampah per Bulan

Bukan angka yang main-main, bank sampah ini berhasil mencatatkan volume pengelolaan sampah yang fantastis setiap bulannya.

Volume Mingguan: 600 hingga 800 kilogram sampah anorganik.
Volume Bulanan: Mencapai kurang lebih 3 ton sampah yang berhasil diselamatkan dari pembuangan akhir.

Seluruh sampah yang terkumpul kemudian disetorkan ke pengepul besar dan datanya terintegrasi langsung ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang.

Dari “Malu” Menjadi “Rebutan”

Ketua Bank Sampah Meranti, Arman Effendi, mengungkapkan bahwa terjadi pergeseran budaya yang sangat signifikan di tengah masyarakat dari tahun ke tahun.

“Awalnya masyarakat malu untuk mengambil sampah di jalan. Alhamdulillah, sekarang bahkan jadi rebutan. Dari malam, subuh, hingga siang warga bergerak mengumpulkan sampah,” ujar Arman bangga.

Strategi jitu apa yang dipakai? Rupanya, Bank Sampah Meranti berani memberikan stimulus ekonomi yang menarik.

Mereka menetapkan harga beli sampah yang lebih tinggi di atas rata-rata pengepul keliling. Langkah ini terbukti ampuh menjaga api semangat warga untuk terus memilah sampah.
Saat ini, dengan amunisi 4 orang pengurus inti, Bank Sampah Meranti telah melayani:

107 Nasabah Aktif (warga yang rutin menabung).
25 hingga 30 Nasabah Fluktuatif (non-tabungan).
Lebih dari Sekadar Memilah: Misi Edukasi ke Sekolah

Dampak Bank Sampah Meranti tidak berhenti di urusan timbang-menimbang sampah. Mereka mulai menanamkan investasi jangka panjang lewat jalur edukasi.

Setiap hari Sabtu, pengurus rutin menggelar penyuluhan di tiga sekolah. Tak tanggung-tanggung, mereka juga berencana mengadakan pelatihan daur ulang langsung bagi para siswa.

“Melalui edukasi ini, kami mengajak warga untuk belajar memproduksi dan mengolah limbah dari tutup botol menjadi barang bernilai jual,” tambah Arman.

Apresiasi tinggi pun mengalir dari tokoh masyarakat setempat. Ketua RW 02 Kelurahan Buaran Indah, Abdul Mian, menegaskan bahwa kehadiran bank sampah ini sangat meringankan beban pemerintah daerah dalam menanggulangi masalah sampah kota.

Apalagi, Bank Sampah Meranti menerapkan sistem jemput bola yang memudahkan warga di lingkungan RW 02 dan RW 03.

“Kami dari pengurus RW sangat mendukung penuh. Bank Sampah Meranti tidak hanya membantu menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, tetapi juga memberikan penghasilan tambahan bagi warga, baik yang diambil langsung maupun ditabung untuk keperluan mendesak,” tutup Abdul Mian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup