Gojek Pangkas Komisi Jadi 8 Persen, GoRide Hemat Bakal Dinonaktifkan
WARTAXPRESS.com- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memastikan akan mengikuti arahan pemerintah terkait penurunan potongan komisi ojek online menjadi 8 persen untuk layanan roda dua atau GoRide.
Kebijakan tersebut membuat komisi aplikator yang sebelumnya mencapai 20 persen dipangkas menjadi 8 persen sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Perseroan akan menyesuaikan skema bagi hasil layanan roda dua sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” tulis manajemen GOTO dalam keterangan resminya dikutip dari IDN Financials, Rabu, 20 Mei 2026.
Meski komisi dipangkas, Gojek mengaku akan berupaya menjaga tarif layanan agar tidak mengalami lonjakan harga bagi konsumen, khususnya pada layanan GoRide Reguler.
“Perusahaan pun memahami betul betapa pentingnya harga untuk konsumen Indonesia. Kami akan berupaya agar tidak ada perubahan harga yang dibayar oleh konsumen untuk GoRide Reguler,” tulis manajemen.
Namun, dampak kebijakan tersebut mulai terasa pada layanan GoRide Hemat. Program yang sebelumnya diuji coba sejak November 2025 itu dipastikan akan dihentikan dalam waktu dekat.
Gojek menilai program GoRide Hemat dinilai tidak cukup berpihak terhadap kesejahteraan mitra pengemudi.
“Oleh karena itu, Gojek memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut efektif dalam waktu dekat,” lanjut keterangan perusahaan.
Ke depan, layanan GoRide Hemat juga akan mengikuti skema komisi 8 persen seperti layanan reguler.
Kondisi tersebut diperkirakan memicu kenaikan harga layanan bagi konsumen meski diklaim masih dalam batas moderat.
GOTO juga mengakui pemangkasan komisi aplikator akan berdampak langsung terhadap pendapatan bisnis GoRide.
Meski demikian, perusahaan mengklaim ekosistem layanan yang dimiliki masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan usaha.
“Namun demikian, kami percaya kekuatan ekosistem ini memberikan fondasi yang kuat bagi Gojek untuk terus bertumbuh, sekaligus menjaga keunggulan layanan kami,” tulis manajemen.
Selain itu, perusahaan menyatakan tetap melanjutkan sejumlah program kesejahteraan mitra seperti Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa anak mitra, umrah gratis, hingga layanan cek kesehatan gratis.
Sebelumnya, saham GOTO sempat tertekan dan kembali menyentuh level Rp50 per lembar atau dikenal sebagai “saham gocap” setelah muncul seruan pembatasan komisi aplikator menjadi 8 persen pada awal Mei 2026.
Padahal, GOTO baru saja mencatat laba bersih pertama pada kuartal I 2026 sebesar Rp257,9 miliar dengan pendapatan mencapai Rp5,34 triliun.

Tinggalkan Balasan