TANGERANG, WARTAXPRESS.com — Seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) Pos Pinang, BPBD Kota Tangerang, mengalami luka di bagian kepala setelah menjadi korban penganiayaan oleh seorang warga saat sedang menjalankan tugas piket.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (10/4), ketika korban bernama Hidayat tengah berjaga di pos damkar. Akibat kejadian itu, korban harus mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka di pelipis mata kiri, disertai keluhan pusing dan muntah.

Insiden penganiayaan itu pun telah dilaporkan ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Pinang untuk ditindaklanjuti.

Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan kaos kuning mengamuk dan melontarkan kata-kata kasar kepada petugas damkar yang sedang bertugas.

Pelaku yang mengaku sebagai wartawan tersebut kemudian melempar botol air mineral ke arah korban sebelum akhirnya melakukan pemukulan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa saat itu korban sedang menjalani piket selama 1×24 jam dan bertanggung jawab penuh atas kondisi pos.

“Petugas kami sedang berjaga dan memastikan keamanan pos. Pelaku datang dan sempat duduk serta minum kopi di area tersebut. Namun terjadi kesalahpahaman saat korban menegur, hingga memicu emosi pelaku,” kata Mahdiar saat ditemui, Sabtu.

Ia menambahkan, korban sempat berupaya menahan diri dan tidak terpancing emosi. Namun situasi terus memanas hingga terjadi aksi kekerasan. Bahkan, petugas kecamatan yang mencoba melerai juga hampir menjadi sasaran amukan pelaku.

Saat ini, korban masih menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk pemeriksaan CT scan dan observasi lanjutan guna mengantisipasi adanya trauma pada bagian kepala.

BPBD Kota Tangerang menyatakan akan memberikan pendampingan penuh kepada korban, termasuk dalam proses hukum yang berjalan. Pihaknya juga berharap aparat kepolisian dapat memberikan efek jera kepada pelaku.

“Kami mendampingi anggota kami yang menjadi korban. Ini bagian dari tanggung jawab kami sebagai organisasi, apalagi yang bersangkutan sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Mahdiar.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap menghormati dan mendukung petugas yang sedang menjalankan tugas di lapangan demi menjaga keselamatan bersama.