Sampah di Kabupaten Tangerang Tembus 2.700 Ton per Hari, Naik 200 Ton Usai Lebaran
WARTAXPRESS.com- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang mencatat volume sampah harian di wilayah Kabupaten Tangerang mencapai 2.700 ton.
Jumlah itu mengalami kenaikan setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kenaikan volume sampah diperkirakan berada di kisaran 200 ton per hari dibanding kondisi sebelumnya.
Kepala DLHK Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat mengatakan, angka tersebut dihitung berdasarkan estimasi produksi sampah per orang setiap hari.
“Kalau berdasarkan estimasi hitungan di mana setiap orang menghasilkan 0,7 kilogram sampah per hari. Maka keluar hitungan estimasi 2.700 ton sampah per harinya,” kata Ujat Sudrajat dikutip dari Suara, Jumat, 27 Maret 2026.
Meski terjadi kenaikan pasca-Lebaran, Ujat menilai lonjakan itu tidak terlalu besar. Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi banyaknya warga Kabupaten Tangerang yang masih berada di kampung halaman saat momen mudik.
“Tidak terlalu signifikan dikarenakan sebagian besar masyarakat di Kabupaten Tangerang telah pergi mudik ke kampung halamannya masing-masing,” jelasnya.
Dari total produksi sampah harian yang mencapai 2.700 ton, Pemkab Tangerang saat ini baru mampu mengangkut sekitar 1.200 hingga 1.300 ton per hari.
Artinya, masih ada selisih besar antara volume sampah yang dihasilkan dan kapasitas pengangkutan yang tersedia.
“Sebetulnya volume sampah yang berhasil kita angkut per harinya sekitar 1.200 hingga 1.300 ton,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi penumpukan sampah, terutama di masa libur Lebaran, DLHK Kabupaten Tangerang menyiagakan 1.000 personel kebersihan serta 300 armada pengangkut sampah di berbagai titik, termasuk kawasan wisata.
Ujat menjelaskan, ribuan personel itu terdiri dari petugas penyapu jalan dan petugas pengangkut sampah yang disebar untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“1.000 personel tersebut terdiri dari gabungan petugas pengangkut sampah dan petugas penyapu jalan. Jadi 300 orang dari pesapon (penyapu jalan) dan 700 sisanya petugas pengangkut sampah,” ungkapnya.
Selain personel, ratusan armada juga dikerahkan untuk membantu proses pengangkutan. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan armada milik DLHK, sementara sisanya berasal dari kecamatan.
“Dari DLHJ ada 240 unit dan sisanya 60 unit armada dari kecamatan untuk ikut membersihkan sampah,” kata dia.
Tak hanya fokus pada pengangkutan, DLHK Kabupaten Tangerang juga disebut tengah memaksimalkan penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk agar penanganan sampah bisa berjalan lebih optimal di tengah tingginya volume limbah harian.

Tinggalkan Balasan