ASN Kabupaten Tangerang Condong ke WFH Usai Lebaran, Efisiensi Energi Jadi Sorotan
TANGERANG, WARTAXPRESS.com— Pola kerja aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Tangerang berpotensi berubah usai arus balik Lebaran 2026. Pemerintah daerah mulai mengarah pada skema Work From Home (WFH), bukan Work From Anywhere (WFA), dengan alasan utama: efisiensi energi dan kemudahan pengawasan.
Bupati Maesyal Rasyid menyebutkan bahwa opsi WFH sedang dikaji serius, terutama terkait dampaknya terhadap konsumsi energi dan produktivitas pegawai. Kenaikan harga BBM global menjadi salah satu pemicu percepatan pembahasan kebijakan ini.
“WFH ini sedang kami dalami. Harapannya bisa membantu efisiensi energi sekaligus tetap menjaga kinerja ASN,” ujar Maesyal, Kamis (26/3/2026).
Arahan juga datang dari Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pemerintah daerah mengambil langkah konkret dalam penghematan energi. Hal ini membuat Pemkab Tangerang bergerak cepat menyusun skema yang dinilai paling realistis.
WFH Dinilai Lebih Terkontrol
Dibandingkan WFA, skema WFH dianggap lebih mudah diawasi. ASN yang bekerja dari rumah nantinya diwajibkan melakukan absensi dua kali sehari—pagi dan sore—untuk memastikan disiplin tetap terjaga.
Pemkab bahkan mulai mempertimbangkan pola kerja satu hari WFH dalam lima hari kerja. Namun, kebijakan ini tidak akan berlaku untuk semua pegawai.
Hanya sekitar 50 persen ASN nonpelayanan langsung yang akan masuk skema ini. Sementara itu, layanan publik tetap berjalan normal tanpa perubahan.
Instansi vital seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Dinas Perhubungan dipastikan tetap beroperasi penuh demi menjaga pelayanan masyarakat.
Masih Dalam Tahap Perencanaan
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja menegaskan bahwa kebijakan ini belum final. Saat ini, pemerintah daerah masih membahas aspek teknis sekaligus menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.
“Semua masih dalam tahap kajian. Keputusan akhir akan dibahas bersama tim,” ujarnya.
Di tengah dorongan efisiensi energi dan dinamika harga global, pilihan WFH terasa seperti langkah yang “aman tapi terukur.” Tinggal satu hal yang belum jelas: apakah fleksibilitas kerja ini benar-benar akan meningkatkan kinerja, atau justru membuka tantangan baru dalam pengawasan?
Sepertinya, jawabannya akan segera terlihat begitu kebijakan ini benar-benar dijalankan.

Tinggalkan Balasan