WARTAXPRESS.com – Konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat dinilai berpotensi memberikan dampak luas terhadap berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Dampak tersebut tidak hanya pada aspek geopolitik, tetapi juga bisa merembet ke sektor ekonomi dan stabilitas dalam negeri.

Pengamat politik Fernando Emas menilai, eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dapat memengaruhi perekonomian Indonesia, terutama terkait pasokan kebutuhan dalam negeri yang masih bergantung pada impor dari sejumlah negara.

Menurut Fernando, situasi perang berpotensi mengganggu rantai pasok global. Jika konflik berkepanjangan, maka distribusi energi, bahan baku, hingga komoditas strategis bisa terdampak dan memicu tekanan terhadap ekonomi nasional.

“Saat terjadi perang di kawasan strategis seperti Timur Tengah, dampaknya bisa meluas ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Terutama dalam hal pasokan dan stabilitas ekonomi,” kata Fernando Kepada WartaXpress. Jumat 06 Maret 2026.

Ia juga menyoroti sikap Presiden Prabowo Subianto yang harus cermat dalam menyikapi situasi geopolitik tersebut. Keputusan yang diambil pemerintah dinilai akan berpengaruh terhadap kondisi politik dan ekonomi di dalam negeri.

Fernando menilai, langkah Indonesia yang dikabarkan bergabung dalam Board of Peace juga memicu penolakan dari sejumlah kalangan masyarakat. Organisasi tersebut disebut sebagai inisiatif yang berkaitan dengan gagasan perdamaian yang sebelumnya digagas oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump.

Menurutnya, penolakan dari sebagian pihak perlu disikapi secara bijak oleh pemerintah agar tidak memicu polemik yang lebih luas di dalam negeri.

“Jika tidak disikapi secara hati-hati, penolakan tersebut bisa memicu dinamika politik di dalam negeri. Karena itu pemerintah harus mempertimbangkan secara matang setiap langkah yang diambil,” ujarnya.

Fernando menambahkan, pemerintah perlu mengedepankan kepentingan nasional dalam menentukan posisi terhadap konflik internasional tersebut. Selain menjaga stabilitas ekonomi, keputusan politik luar negeri juga harus mempertimbangkan kondisi sosial dan politik di dalam negeri.

Ia mengingatkan, salah langkah dalam menentukan sikap terhadap konflik global berpotensi memengaruhi stabilitas pemerintahan dan kepercayaan publik.

Karena itu, Fernando berharap pemerintah dapat mengambil kebijakan yang seimbang dan diplomatis agar dampak konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat tidak terlalu besar dirasakan oleh Indonesia, baik dari sisi ekonomi maupun stabilitas nasional.