Demam Piala Dunia 2026: Mendagri Dorong Pemda Gelar Nobar Demi Gandeng UMKM lokal
WARTAXPRESS.com — Demam Piala Dunia 2026 mulai menjangkiti tanah air. Pemerintah pusat pun tak mau kehilangan momentum emas ini.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau seluruh pemerintah daerah (Pemda) di Indonesia untuk memperbanyak titik nonton bareng (nobar) selama turnamen berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Bukan sekadar ajang hura-hura, Tito menegaskan bahwa nobar massal ini harus dijadikan mesin penggerak ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kita akan sampaikan kepada seluruh daerah untuk memperbanyak nonton bareng. Ini peluang untuk memancing UMKM agar bergerak dan menghidupkan ekonomi (daerah),” ujar Tito usai menerima kunjungan Direktur Utama TVRI di Kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Tito yang pernah menjabat sebagai Kapolda Papua ini menceritakan bagaimana fanatisme luar biasa masyarakat Indonesia Timur setiap kali gelaran empat tahunan ini tiba.
Menurutnya, antusiasme tinggi tersebut selalu berbanding lurus dengan perputaran uang di lapangan.
Ada rantai ekonomi kreatif yang langsung hidup seketika saat peluit kick-off dibunyikan, di antaranya:
Sektor Tekstil & Kreatif: Lonjakan produksi atribut tim, syal, bendera, hingga penjualan jersey
Sektor Kuliner: Aktivitas pedagang makanan instan, kopi, dan camilan malam yang merapat ke titik-titik nobar.
Sektor Event: Jasa penyewaan layar proyektor, sound system, hingga panggung hiburan lokal.
“Saya pernah dinas di Indonesia bagian timur, jadi Kapolda di Papua. Saya mengikuti betul di sana itu, kalau perayaan Piala Dunia jauh lebih ramai lagi. Ini tradisi yang luar biasa,” kenang Tito.
Meski mendorong euforia ini tersebar merata di pelosok daerah, mantan Kapolri ini memberikan satu catatan penting bagi para kepala daerah.
“Tetap harus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya
Di sisi lain, momentum Piala Dunia 2026 ini juga menjadi berkah tersendiri bagi LPP TVRI. Mendagri memberikan apresiasi tinggi kepada stasiun televisi pelat merah tersebut yang sukses mengamankan hak siar resmi turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia ini.
Menurut Tito, ini adalah momentum mahal bagi TVRI untuk kembali merebut hati pemirsa dan memperkuat branding mereka sebagai media arus utama yang modern dan relevan di era digital.
Dengan jaringan pemancar TVRI yang menjangkau hingga wilayah pelosok dan perbatasan, imbauan nobar dari Mendagri ini diharapkan bisa berjalan linier, memberikan hiburan gratis berkualitas bagi masyarakat sekaligus memberi napas segar bagi dompet para pedagang kecil di daerah.

Tinggalkan Balasan