Tinggi Muka Air Sungai Cisadane Dipastikan Aman Selama Kemarau, PU Alihkan Fokus ke Jawa Bagian Selatan

TANGERANGKOTA, WARTAXPRESS.com Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) memastikan pasokan air dari Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten, masih berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan di tengah musim kemarau.

Berdasarkan pemantauan langsung di Bendung Pasar Baru (Pintu Air 10) Kota Tangerang pada Selasa (28/07/26), Tinggi Muka Air (TMA) tercatat berada di angka 10,85 meter dari batas normal 12,95 meter, yang menandakan statusnya masih aman. Sementara itu, TMA pada bagian belakang bendung berada di level 5,50 meter.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, menegaskan bahwa Sungai Cisadane masih sangat mampu menopang pasokan air baku untuk pengolahan air bersih hingga irigasi persawahan.

“Kalau lihat di sebelah sini, airnya masih sangat banyak dan aman. Itu karena diatur oleh rekan-rekan pengelola pintu air, sehingga ketersediaan air saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan air baku, irigasi, dan lain-lain sampai beberapa bulan ke depan,” ujar Arnold saat meninjau lokasi.

Meski kondisi di Cisadane relatif aman, Kementerian PU justru menaruh perhatian serius pada potensi kekeringan yang melanda kawasan Jawa bagian selatan. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah bergerak cepat menyiapkan dan mendistribusikan alat bantuan pasokan air bersih.

“Fokus kami sesuai arahan Pak Menteri ada di Pulau Jawa, terutama bagian selatan yang berpotensi terdampak cukup parah. Dalam beberapa minggu ini, kami menyiapkan tambahan peralatan untuk diserahkan ke balai-balai agar bisa bergerak cepat jika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan suplai air,” lanjut Arnold.

Menanggapi kondisi musim kemarau yang belum pasti kapan berakhirnya, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat Kementerian PU. Ia memastikan kebutuhan air warga Kota Tangerang sejauh ini masih terpenuhi dengan baik.

Namun, Sachrudin mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan mulai menerapkan pola penggunaan air secara hemat sebagai bentuk mitigasi.

“Kebutuhan air masyarakat saat ini masih terpenuhi. Namun, kami imbau masyarakat untuk tetap menghemat penggunaan air sebagai langkah antisipasi. Kita tidak perlu khawatir berlebihan, tetapi tetap harus waspada. Mudah-mudahan kemarau tidak berkepanjangan,” tuturnya.

Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan Agustus mendatang.

Sebanyak lima wilayah kecamatan di Kota Tangerang kini tercatat masuk dalam status Waspada yakni Kecamatan Benda, Kecamatan Cipondoh, Kecamatan Pinang, Kecamatan Tangerang dan untuk Kecamatan Batuceper berstatus awas.

Pemerintah daerah bersama kementerian terkait terus berkoordinasi guna memastikan langkah pemenuhan dan distribusi air bersih tetap berjalan optimal di titik-titik rawan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup