Malam Nisfu Syaban 2026 Jatuh Senin Malam, Ini Doa Mustajab Riwayat Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani
WARTAXPRESS.com – Umat Islam akan kembali menjumpai salah satu malam penuh keutamaan, yakni malam Nisfu Syaban. Pada tahun 2026, malam Nisfu Syaban bertepatan dengan Senin, 2 Februari 2026, dimulai sejak waktu Magrib.
Malam Nisfu Syaban dikenal sebagai momentum istimewa untuk memperbanyak ibadah sunnah, seperti shalat, istighfar, membaca Al-Qur’an, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT. Dalam berbagai riwayat, malam ini disebut sebagai waktu di mana rahmat dan ampunan Allah dilimpahkan kepada hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri.
Salah satu doa yang kerap diamalkan pada malam Nisfu Syaban adalah doa yang diriwayatkan oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, bersumber dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Doa ini memuat permohonan ampunan, perlindungan, ketenangan hidup, kesehatan, hingga keberkahan bagi keluarga dan seluruh kaum muslimin.
Melansir NU Online, berikut bacaan Doa Malam Nisfu Syaban lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya.
Doa Malam Nisfu Syaban 2026
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ، وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
Latin:
Allahumma shalli ala Muhammadin wa alihi, mashabihil hikmati wa mawalin ni’mati, wa ma’adinil ishmati, wa’shimni bihim min kulli suu-in, wa la ta’khudzni ala ghirratin wa la ala ghaflatin, wa la taj’al ‘awaqiba amri hasratan wa nadamatan, wardla ‘anni, fa inna maghfirataka lidh zalimin, wa ana minaz zalimin.
Allahumma ighfir li ma la yadhurruka, wa a’thini ma la yanfa’uka, fa innaka al-wasi’atu rahmatuhu, al-badi’atu hikmatuhu, fa a’thini as-sa’ata wad-da’wata, wal-amna wash-sihhata wasy-syukra wal-mu’afata wat-taqwa, wa afrighi ash-shabra wash-sidqa alayya, wa ‘ala awliya’i fika, wa a’thini al-yusra, wa la taj’al ma’ahu al-‘usra, wa a’imma bidzalika ahli wa waladi wa ikhwanî fika, wa man waladani minal muslimina wal muslimati wal mu’minina wal mu’minati.
Artinya:
“Ya Allah limpahkan rahmat ta’dhim-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhailah aku, sesungguhnya ampunanMu untuk orang-orang zhalim dan aku termasuk dari mereka, ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikanMu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepadaMu, sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan.
Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anaku, saudara-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukminin dan mukminat.”

Tinggalkan Balasan