TANGERANG KOTA, WARTAXPRESS.com – Tanggul Kali Angke di RW 03 Perumahan Ciledug Indah Dua, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten, longsor pada Minggu (1/2/2026) siang. Longsor diduga terjadi akibat tanggul tergerus banjir yang melanda kawasan tersebut sejak awal tahun 2026.

Rekaman video amatir milik warga memperlihatkan keretakan pada bagian belakang rumah yang berbatasan langsung dengan tanggul Kali Angke. Keretakan tersebut telah terlihat sejak banjir terjadi, sebelum akhirnya tanggul longsor dan mengancam bangunan rumah warga.

Menurut keterangan warga, longsor terjadi pada tanggul yang terbuat dari batu kali sepanjang kurang lebih 100 meter. Struktur tanggul diduga sudah keropos akibat terjangan banjir yang berulang.

Mendapat laporan dari warga, petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Petugas membangun tanggul sementara menggunakan batang bambu dan karung pasir guna mencegah longsor susulan.

Salah satu warga terdampak, Yeti, mengaku keretakan sudah muncul sejak banjir beberapa waktu lalu dan telah dilaporkan kepada pengurus RT dan RW. Namun, menurutnya, belum ada perbaikan hingga longsor akhirnya terjadi.

“Banjir kemarin itu sudah retak-retak. Kita sudah mohon, sudah difoto, sudah dilihat, tapi cuma dilihat doang, nggak dikerjakan sampai kejadian seperti ini. Kita mohon supaya longsor diperbaiki, jangan sampai nunggu korban,” ujar Yeti, pemilik rumah.

Sementara itu, Ketua RW 03 Perumahan Ciledug Indah Dua, Fajar, menjelaskan bahwa laporan keretakan rumah warga telah disampaikan ke instansi terkait beberapa jam sebelum longsor terjadi.

“Saya dapat laporan dari warga ada keretakan, jam 03.18 saya ajukan ke instansi terkait. Jam setengah 10 longsor itu terjadi. Baru kemarin ada sosialisasi pembebasan lahan, tapi belum tahu kapan waktunya. Saya berharap pemerintah mempercepat sosialisasi agar warga bisa tenang dan nyaman beraktivitas,” kata Fajar.

Di sisi lain, warga mempertanyakan kelanjutan sosialisasi pembebasan lahan untuk kepentingan pembangunan tanggul permanen Kali Angke. Mereka berharap proses tersebut segera direalisasikan demi keamanan permukiman.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Warga sempat melakukan evakuasi secara swadaya dengan meninggalkan rumah sebelum bangunan ambruk terbawa material tanggul yang longsor.