Pemkot Tangerang Dirikan 4 Dapur Umum untuk Ribuan Pengungsi di Kelurahan Periuk
TANGERANG KOTA, WARTAXPRESS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bergerak cepat merespons dampak banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Periuk. Guna memenuhi kebutuhan pangan warga yang bertahan di posko pengungsian, Dinas Sosial Kota Tangerang mendirikan empat titik posko dapur umum pada Sabtu (24/01/26).
Empat titik dapur umum tersebut tersebar di wilayah Kelurahan Periuk, yakni di RW 09, RW 15, RW 16, serta satu posko utama di Kantor Kelurahan Periuk.
Berdasarkan data Kelurahan Periuk, sebanyak 1.084 jiwa saat ini terpaksa mengungsi di dua titik lokasi utama, yakni Masjid Al Muhajirin dan Masjid Al Jihad.
Tim di dapur umum mendistribusikan ribuan nasi bungkus secara rutin tiga kali sehari yakni pagi, siang, dan sore untuk memastikan kebutuhan nutrisi pengungsi terpenuhi.
Lurah Periuk, Anang Sunardi, menuturkan pengelolaan dapur umum ini melibatkan kolaborasi antara relawan warga sekitar dan aparat TNI-Polri.
“Pengolahan makanan dilakukan relawan warga dibantu TNI dan Polri. Distribusi makanan dan air minum kita lakukan rutin tiga kali sehari. Kami juga terbuka menerima bantuan bahan pangan dari pihak relawan untuk kemudian diolah di sini,” ujar Anang.
Meski cuaca di area sekitar sempat membaik, kondisi banjir di beberapa titik dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda surut yang signifikan. Hal ini disebabkan adanya kiriman air dari daerah hulu yang terus mengalir ke pemukiman warga.
Ketinggian air paling parah terpantau di dua lokasi yakni RW 08 Perumahan Periuk Damai dengan Ketinggian air mencapai 4 meter dimana wilayah ini mencakup 5 RT dengan total 286 KK atau sekitar 780 jiwa serta RW 11 Perumahan Mutiara Pluit dengan ketinggian air berkisar antara 2,5 hingga 3 meter dengan total warga terdampak mencapai 210 jiwa.
“Kondisi banjir saat ini relatif masih belum surut, masih seperti kemarin. Walaupun hari ini panas (cerah), tapi air masih ada kiriman dari wilayah lain,” jelas Anang.
Pemerintah setempat terus memantau pergerakan air dan memastikan logistik serta bantuan medis tetap tersedia bagi para warga yang hingga kini masih bertahan di pengungsian.

Tinggalkan Balasan