KAB, TANGERANG, WARTAXPRESS.com – Banjir kembali melanda Desa Kosambi Timur, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, hingga rabu, Sedikitnya 2.300 jiwa terdampak akibat genangan air yang merendam ratusan rumah di delapan RW, dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 sentimeter.

Kepala Desa Kosambi Timur, Hasan Nudin, mengatakan banjir terjadi di RW 01, 02, 03, 05, 08, 011, dan 018. Kondisi banjir kali ini dinilai cukup parah sehingga pemerintah desa memprioritaskan keselamatan warga.

“Penanganan pertama kami lakukan evakuasi dulu. Setelah itu kami data kebutuhan warga di lokasi pengungsian,” ujar Hasan pada wartawan, Rabu (14/1/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, pemerintah desa mendirikan lima dapur umum di sejumlah titik pengungsian. Kendala lain muncul akibat pemadaman listrik yang berlangsung hampir dua hari, sehingga desa terpaksa menyediakan genset secara mandiri.

“Kami sampai membeli genset karena listrik mati hampir dua hari. Dapur umum tetap harus berjalan,” ucapnya.

Menurut Hasan, banjir bukan hanya dipicu oleh curah hujan tinggi, tetapi juga posisi geografis Kosambi Timur yang berada di wilayah hilir. Aliran air dari kawasan hulu, termasuk Bandara Soekarno-Hatta serta desa-desa sekitar seperti Belimbing dan Cengklong, bermuara di wilayah tersebut.

“Setiap tahun kami memang terdampak. Air dari hulu semuanya jatuh ke wilayah kami,” jelasnya.

Seiring surutnya air, kondisi desa mulai berangsur normal. Warga perlahan kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan genangan. Pemerintah desa juga menggandeng puskesmas setempat untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga.

“Kami adakan pengobatan di semua titik, dibantu sekitar delapan tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang,” kata Hasan.

Meski situasi dinilai relatif aman, Hasan menekankan pentingnya langkah pencegahan jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap tahun.

“Kami berharap ada orang-orang baik yang mau membantu memberi solusi, seperti pengadaan pompa, perbaikan saluran air, dan pembongkaran bangunan yang menghambat aliran air,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Baguna) PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang turut menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PDI Perjuangan, Ria Nurhijriah, bersama Gita Swantika dan Lisiawati Lase, turun langsung ke lokasi banjir.

“Baguna sudah turun langsung ke desa. Bantuan yang diberikan antara lain 50 dus mi instan, air bersih, air mineral, serta beras,” ungkap Ria.

Selain bantuan logistik, setiap pos pengungsian juga menerima bantuan dana sebesar Rp1 juta untuk operasional dapur umum, termasuk pembelian bahan pangan seperti cabai dan bawang. Total bantuan beras yang disalurkan mencapai hampir enam kuintal.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga serta mempercepat proses pemulihan pascabanjir di Desa Kosambi Timur.