Imbas Kemarau, 415 Desa di Banten Berpotensi Terdampak Krisis Air Bersih

F-H F-H
Gubernur Banten Andra Soni didampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid dan jajaran terkait menyalurkan bantuan air bersih di Kampung Cangkring, Desa Magersari, dan Kampung Bugel Lebah, Desa Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa, 28 Juli 2026.

WARTAXPRESS.com-Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Banten.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat sebanyak 415 desa dan kelurahan di 105 kecamatan berpotensi terdampak kekeringan.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pihaknya mendistribusi air bersih yangg dilakukan setiap hari melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain itu, Pemprov Banten juga menyiapkan program pembuatan sumur dalam sebagai langkah penanganan.

“Kita berbagi tugas, mana yang dikerjakan provinsi, kabupaten dan kota, sehingga tidak dobel sasaran,” kata Andra Soni usai menyalurkan bantuan air bersih di Kampung Cangkring, Desa Magersari, dan Kampung Bugel Lebah, Desa Kadu Agung, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Selasa, 28 Juli 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Banten menyalurkan lima tangki air berkapasitas 4.000 liter di setiap titik untuk memenuhi kebutuhan 854 kepala keluarga terdampak krisis air bersih.

Bantuan juga disertai pembagian paket sembako. Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Tangerang Maesyal Rasyid dan Ketua PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni.

Andra Soni mengatakan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kekeringan dan meminta seluruh jajaran serta pemangku kepentingan bergerak cepat menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.

“Agar masyarakat mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Untuk solusi jangka panjang, Pemprov Banten tengah melakukan kajian teknis guna mengetahui potensi sumber air bawah tanah yang dapat dimanfaatkan bersama dengan pemerintah kabupaten dan kota.

“Termasuk juga pemerintah daerah yang melakukan itu secara bersama-sama,” katanya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten Ari James Faraddy menjelaskan, tim telah diterjunkan ke sejumlah daerah untuk mengukur kedalaman sumber air sebelum pembangunan sumur dilakukan.

“Setelah kajian teknisnya keluar, baru kita akan menyerahkannya ke Dinas PUPR untuk pekerjaan teknis fisiknya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Lutfi Mujahidin mengungkapkan, dari 415 desa dan kelurahan yang dipetakan berpotensi mengalami kekeringan, sebanyak 139 desa dan kelurahan telah menerima bantuan air bersih.

“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan air bersih silakan menghubungi kantor BPBD setempat atau ke BPBD Provinsi pada nomor 085117814505,” katanya.

Salah seorang warga Kampung Cangkring, Ade, 40, mengaku kampungnya telah mengalami kesulitan air selama sekitar dua bulan.

Selama itu, warga memanfaatkan air dari bekas galian sawah untuk kebutuhan sehari-hari.

“Alhamdulillah hari ini kami mendapat bantuan air bersih,” kata Ade.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup