JAKARTA, WARTAXPRESS.com — Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak secara resmi melepas keberangkatan Kapal ADRI XVII BM dari Dermaga Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok.

Kapal tersebut membawa berbagai bantuan kemanusiaan untuk masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi dampak bencana alam.

Dalam keterangannya, Jenderal Maruli menekankan bahwa pemanfaatan Kapal ADRI menjadi langkah efisien untuk mengangkut logistik dalam jumlah besar ke daerah terdampak.

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya TNI telah mengirimkan bantuan prioritas menggunakan dua KRI TNI AL serta pesawat Hercules.

“Kapal ADRI hari ini kami berangkatkan untuk mengirim bantuan tambahan ke Aceh, Sumut, maupun Padang. Pengiriman cepat sudah dilakukan kemarin melalui KRI dan Hercules untuk kebutuhan mendesak,” ujarnya.

Bantuan yang diberangkatkan kali ini mencakup empat unit jembatan Bailey—tiga ditujukan ke Aceh dan satu ke Sumut—serta penguatan unsur udara berupa lima helikopter dan satu pesawat Cassa.

Selain itu, ribuan paket logistik seperti sembako, obat-obatan, air bersih, perlengkapan balita, tenda, selimut, perlengkapan sanitasi, dan genset juga dibawa untuk mempercepat penanganan darurat.

TNI AD turut mengirimkan alat berat seperti excavator dan buldozer, serta perlengkapan pendukung lainnya untuk membantu proses evakuasi dan pemulihan infrastruktur vital.

Menjawab kritik yang menyebut TNI terlambat dalam respons bencana, Kasad menegaskan bahwa seluruh unsur TNI bergerak segera setelah instruksi turun dari Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut Presiden memberikan perhatian besar terhadap percepatan operasi kemanusiaan, termasuk rencana pengerahan sekitar 20 helikopter tambahan ke wilayah terdampak.

Sebelum keberangkatan kapal, Kasad bersama pejabat utama TNI AD menerima paparan dari Asisten Operasi Kasad Mayjen TNI Aminton Manurung mengenai mekanisme pengiriman dan rincian logistik yang dibawa.

Dalam operasi bantuan ini, TNI AD juga memberangkatkan personel dari korps Zeni, Kesehatan, Bekang, serta prajurit dari Kodam I/BB, Kodam IM, dan Kodam XVIII/Tuanku Imam Bonjol untuk membuka akses terisolasi, membantu proses evakuasi, memberikan layanan medis, dan mengoperasikan dapur lapangan.

Jenderal Maruli menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa dan kerusakan di tiga wilayah tersebut, serta menegaskan TNI AD terus berkoordinasi erat dengan BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Seluruh bantuan dari Kapal ADRI nantinya akan disalurkan ke posko terpadu di wilayah terdampak sesuai skala kebutuhan masyarakat. Dengan pengiriman ini, TNI AD menegaskan komitmennya untuk hadir cepat, profesional, dan humanis dalam setiap operasi kemanusiaan.