Disnaker Kota Tangerang Buka 1.200 Lowongan Kerja Lewat Gebyar Recruitment, Fasilitasi Penyandang Disabilitas 

Walikota Tangerang, Sachrudin didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Ujang Hendra Gunawan berdialog dengan pencari kerja difabel

KOTA TANGERANG, WARTAXPRESS.com Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) menggelar program Gebyar Recruitment tenaga kerja selama dua hari, yakni pada 21–22 Oktober 2026, di Tangerang Convention Center (TCC), Cimone.

Langkah ini dilakukan guna menekan angka pengangguran di Kota Tangerang, dengan menyasar kelompok usia produktif hingga penyandang disabilitas (difabel) agar mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan mereka.

Sebanyak 25 perusahaan dari berbagai bidang usaha dilibatkan dengan membuka total 1.200 lowongan pekerjaan untuk 99 posisi jabatan.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menuturkan program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendorong program unggulan “3G” (Gampang Kerja). Menurutnya, penyerapan tenaga kerja berkualitas akan menciptakan iklim usaha yang kondusif serta menunjang produktivitas daerah.

“Gebyar recruitment ini membuka lapangan pekerjaan untuk mendorong program unggulan 3G (Gampang Kerja). Oleh karenanya, kami melakukan upaya kolaborasi kepada semua pihak, termasuk pelaku usaha untuk masalah ketenagakerjaan,” ujar Sachrudin saat ditemui di lokasi acara.

“Di satu sisi, pengusaha ingin usahanya berjalan dengan baik dengan pekerja yang berkualitas. Hari ini dilaksanakan seleksi yang melibatkan 25 perusahaan, 99 jabatan, dan lebih dari 1.200 lowongan pekerjaan,” tambahnya.

Salah satu sorotan utama dalam pelaksanaan Gebyar Recruitment kali ini adalah komitmen Pemkot Tangerang dalam memfasilitasi penyandang disabilitas, khususnya kelompok tunawicara.

Berbagai kemudahan pendaftaran dan proses seleksi diberikan agar peluang mereka untuk diterima bekerja di dunia industri semakin besar, salah satunya pada sektor ritel dan minimarket.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, menjelaskan alur Gebyar Recruitment berbeda dengan pameran bursa kerja (job fair) pada umumnya. Peserta yang hadir di lokasi merupakan pelamar yang sebelumnya telah mendaftar secara online dan dinyatakan lolos verifikasi berkas.

“Bedanya dengan job fair, kalau job fair itu pelamar baru memasukkan lamaran ke perusahaan. Tapi kalau gebyar recruitment, mereka sudah melamar sebelumnya, dan hari ini dipanggil untuk mengikuti tes langsung serta diumumkan hasilnya di hari yang sama. Jadi mereka langsung tahu diterima atau tidak,” jelas Ujang.

Ujang mengungkapkan, total ada 7.900 berkas lamaran yang masuk secara online. Namun, setelah dilakukan verifikasi berkas dan penyesuaian kualifikasi, sebanyak 3.880 pelamar dinyatakan lolos administrasi dan dipanggil untuk mengikuti tahap tes serta wawancara langsung.

“Dari 7.900 lamaran, yang dipanggil sebanyak 3.880 orang. Hal ini karena ada beberapa persyaratan administrasi yang belum terpenuhi, atau latar belakang pendidikannya belum sesuai dengan kualifikasi lowongan yang dibuka,” terangnya.

Mengenai peluang kerja bagi penyandang disabilitas, Ujang menyebutkan salah satu perusahaan ritel besar, Alfamart, secara khusus membuka formasi lowongan untuk kaum difabel.

“Pada kesempatan ini, Alfamart membuka lowongan buat kaum difabel, khususnya untuk tunawicara. Kuota yang disediakan cukup banyak, namun untuk hari ini baru empat orang pelamar disabilitas yang terpanggil dan mengikuti tes,” pungkas Ujang.

Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat ini, Pemkot Tangerang berharap penyerapan tenaga kerja dapat berjalan lebih optimal, adil, dan inklusif bagi seluruh lapisan warga Kota Tangerang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup