Airlangga Bantah Ada Program HP Gratis untuk Penyaluran Bansos

F-H F-H
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

WARTAXPRESS.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah adanya rencana pemerintah membagikan telepon seluler (HP) gratis kepada masyarakat sebagai bagian dari program digitalisasi bantuan sosial (bansos).

Pernyataan itu meluruskan informasi yang sebelumnya disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo.

Hashim sempat mengungkap rencana pemberian HP yang dilengkapi rekening digital kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan.

Airlangga menegaskan, pembagian perangkat tersebut tidak pernah menjadi pembahasan pemerintah.

“(Pembagian HP gratis) memang enggak pernah kita bahas,” ujar Airlangga dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu 21 Oktober 2026.

Sebelumnya, Hashim menyebut pemerintah tengah menyiapkan skema pemberian telepon seluler yang terhubung dengan rekening digital.

Dalam skema yang disampaikannya, rekening tersebut disebut akan memiliki saldo awal Rp50 ribu.

Program itu menyasar sekitar 30% penduduk yang belum memiliki rekening bank. Dengan rekening digital, penyaluran dana kepada masyarakat diharapkan dapat dilakukan secara langsung melalui sistem perbankan.

“Setiap warga negara akan diberikan ponsel yang dilengkapi rekening digital. Seluruh dana akan tersedia di sana dan dikirimkan ke rekening masing-masing,” kata Hashim dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026.

Meski membantah soal pembagian HP gratis, Airlangga memastikan pemerintah tetap menjalankan agenda pembukaan rekening secara gratis.

Program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada kuartal IV 2026.

Saat ini, pemerintah masih menyiapkan aturan yang menjadi dasar pembukaan rekening bank secara otomatis bagi warga negara Indonesia yang memenuhi syarat.

Airlangga menjelaskan, rekening tersebut ditujukan bagi warga berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki KTP.

Data rekening nantinya akan dikaitkan dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Itu (pembukaan rekening) termasuk dalam program kuartal empat. Kita lagi siapin regulasinya,” ujar Airlangga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup