11 Aktivis Greenpeace Ditangkap Usai Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, 5 Dibebaskan

F-H F-H
Greenpeace Indonesia memanjat Monumen Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Dok. Istemewa.

WARTAXPRESS.com- Aksi protes komunitas Greenpeace Indonesia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, berujung pada penangkapan 11 aktivis oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Selasa, 20 Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, lima orang telah diperbolehkan meninggalkan Mapolda Metro Jaya.

Mereka terdiri dari tim penyelamat atau rescue dan awak pers yang berada di lokasi aksi.

Tim pendamping aktivis Greenpeace dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Alif Fauzi, membenarkan pembebasan tersebut.

“Ada lima orang yang merupakan tim rescue dan pers sudah diperbolehkan pulang,” kata Alif, Rabu 21 Oktober 2026, dikutip dari Kompas.

Sementara enam aktivis lainnya masih berada di Mapolda Metro Jaya. Mereka menjalani proses lebih lanjut yang melibatkan Korwas Penyidik Reserse Kriminal Khusus bersama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Enam aktivis tersebut sebelumnya memanjat Monumen Patung Selamat Datang di Bundaran HI dan membentangkan spanduk berisi kritik terhadap pemerintah. Aksi berlangsung sekitar pukul 06.05 WIB hingga 06.15 WIB.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung mengatakan, polisi masih menelusuri bagaimana para aktivis dapat mencapai bagian atas monumen.

Petugas akan memeriksa rekaman kamera pengawas serta meminta keterangan personel yang bertugas di sekitar lokasi.

Menurut Reynold, keberadaan air mancur di kawasan Bundaran HI menjadi salah satu faktor yang akan diperhatikan dalam pemeriksaan karena dapat memengaruhi jarak pandang petugas terhadap monumen.

Setelah membentangkan spanduk, keenam aktivis yang berada di atas monumen dievakuasi oleh petugas.

Para aktivis itu kemudian dibawa ke Biddokkes Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Seorang aktivis perempuan sempat mengalami kondisi lemas setelah turun dari monumen. Petugas medis memberikan bantuan oksigen di dalam ambulans sebelum membawanya ke klinik Biddokkes Polda Metro Jaya.

Polisi memastikan seluruh aktivis yang berada di atas monumen berhasil dievakuasi dan tidak ada yang tertinggal.

Aksi tersebut membawa pesan yang secara langsung menyoroti persoalan krisis iklim dan tekanan biaya hidup.

Salah satu spanduk yang dibentangkan bertuliskan, “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”

Spanduk lainnya berisi seruan, “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”.

Greenpeace Indonesia mengatakan aksi itu ditujukan untuk mendesak pemerintah mengambil langkah lebih serius menghadapi krisis iklim, kebakaran hutan, serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia Jeanny Sirait mengatakan, kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi rentan menjadi pihak yang paling merasakan dampak persoalan tersebut.

Ia juga menyinggung persoalan kabut asap akibat kebakaran hutan di sejumlah wilayah Kalimantan.

Menurut Greenpeace, kondisi tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Aksi di Bundaran HI itu juga digelar bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup