PMI Kota Tangerang dan Yayasan Amway Edukasi Mahasiswa UMT Menyoal Pentingnya Kesehatan Usus
KOTA TANGERANG, WARTAXPRESS.com Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang berkolaborasi dengan Yayasan Amway Peduli menggelar seminar kesehatan di Aula Sudirman, Kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Cikokol, Rabu (07/10/26).
Acara yang dihadiri ratusan mahasiswa ini berfokus pada edukasi pentingnya menjaga kesehatan usus melalui pola makan bergizi dan gaya hidup sehat.
Ketua Yayasan Amway Peduli, Riana Nur Wulan, menegaskan generasi muda perlu memahami peran vital usus bagi kesehatan secara menyeluruh. Menurutnya, usus kerap dijuluki sebagai otak kedua manusia yang memegang peranan kunci dalam mengendalikan fungsi tubuh.
“Apabila usus kita sehat, secara keseluruhan tubuh kita juga akan sehat,” ujar Riana usai kegiatan.
Ia menambahkan, pemahaman kesehatan ini krusial diberikan sejak dini kepada mahasiswa sebagai calon orang tua di masa depan, agar kelak mampu melahirkan dan membesarkan generasi yang lebih sehat.
Dalam kesempatan yang sama, pakar kesehatan sekaligus narasumber seminar, dr. Susi Liang, menjelaskan kondisi gen dan kesehatan usus dapat diperbaiki mulai sekarang melalui pemenuhan gizi yang tepat serta kebiasaan hidup sehat.
Selain mengonsumsi makanan bersih, kesehatan usus harus didukung hidrasi yang cukup, olahraga minimal 150 menit per minggu, dan istirahat yang berkualitas.
Bagi individu berusia di atas 18 tahun, dr. Susi menekankan pentingnya keseimbangan asupan serat dan protein.
“Kebutuhan protein idealnya 1,5 gram per kilogram berat badan. Asupan serat dari sayuran sebaiknya mencakup lima variasi warna sebanyak 5–6 porsi sehari. Sementara porsi makanan pokok seperti nasi cukup disesuaikan dengan tingkat aktivitas harian,” papar dr. Susi.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, mengapresiasi inisiatif Yayasan Amway Peduli dalam memberikan pemahaman praktis kepada para mahasiswa UMT.
“Edukasi dari para ahli ini menjadi bekal pengetahuan terapan yang melengkapi materi perkuliahan, sehingga mahasiswa paham langkah konkret yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Oman.

Tinggalkan Balasan