305 Dapur MBG di Kabupaten Tangerang Berhenti Beroperasi Selama Libur Sekolah
WARTAXPRESS.com- Sebanyak 305 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang untuk sementara menghentikan operasional selama masa libur sekolah.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tangerang Priyo Basuki mengatakan, penghentian sementara layanan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional SPPG pada Periode Hari Libur dalam Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.
“Sebanyak 305 SPPG saat ini tidak beroperasi sementara selama masa libur sekolah,” kata Priyo dikutip dari Antara, Selasa 23 Juni 2026.
Menurut dia, kebijakan tersebut diberlakukan selama periode libur sekolah yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026.
Selain menyesuaikan jadwal libur pendidikan, penghentian sementara operasional dapur MBG juga dimanfaatkan untuk melakukan penataan dan standarisasi pengelolaan program.
Langkah tersebut, lanjutnya, bertujuan meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta akuntabilitas pelaksanaan program MBG di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.
Selama masa penghentian layanan, sebanyak 707.771 penerima manfaat tidak akan menerima distribusi makanan bergizi.
Jumlah tersebut terdiri dari 608.281 peserta didik dan 99.490 penerima dari kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
“Seluruh penerima manfaat, baik peserta didik maupun kelompok 3B, untuk sementara tidak menerima distribusi MBG selama masa libur sekolah,” ujarnya.
Priyo menambahkan, selama dapur MBG tidak beroperasi, pengelola SPPG juga tidak memperoleh anggaran maupun insentif operasional sebagaimana ketentuan yang tercantum dalam surat edaran BGN.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional sekaligus Juru Bicara BGN Agustina Arumsari menjelaskan, penghentian distribusi MBG selama masa libur sekolah dilakukan untuk mendukung proses evaluasi dan pembenahan tata kelola program secara menyeluruh.
Menurutnya, berbeda dengan periode sebelumnya seperti saat Ramadan yang masih menerapkan pola distribusi tertentu, pada masa libur sekolah kali ini BGN memutuskan tidak menyalurkan MBG kepada seluruh kelompok penerima manfaat.
“Momentum libur sekolah dimanfaatkan untuk melakukan penataan kembali dan perbaikan pengelolaan program MBG agar pelaksanaannya ke depan semakin optimal,” kata Agustina.

Tinggalkan Balasan