Perputaran Uang Kurban di Banten Diprediksi Tembus Rp414 Miliar

Redaksi Redaksi WartaXpress
Foto: Poskota.

WARTAXPRESS.com- Momentum Hari Raya Iduladha 2026 diperkirakan mendorong perputaran ekonomi besar di Provinsi Banten.

Dinas Pertanian (Distan) Banten memproyeksikan nilai transaksi penjualan hewan kurban tahun ini bisa mencapai Rp414,2 miliar.

Plt Kepala Distan Provinsi Banten M Nasir mengatakan, tingginya nilai transaksi tersebut didorong antusiasme masyarakat dalam membeli hewan kurban setiap tahun.

“Kurban ini bagian dari tradisi masyarakat. Mereka menyisihkan uang setahun sekali untuk beli sapi potong saja transaksi diperkirakan mencapai Rp259,3 miliar dengan asumsi harga sekitar Rp18 juta per ekor,” ujar Nasir dikutip dari Antara, Kamis 21 Mei 2026.

Selain sapi, penjualan kambing dan domba juga diprediksi ikut mendongkrak perputaran ekonomi.

Menurut Nasir, harga kambing maupun domba kualitas super saat ini berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta per ekor.

Distan Banten mencatat kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai 63.171 ekor atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran 61 ribu ekor.

Meski produksi peternak lokal baru mampu memenuhi sekitar 11.969 ekor, pemerintah memastikan stok hewan kurban tetap aman karena ditopang distribusi dari sejumlah daerah lain seperti Pulau Jawa, Lampung, hingga Nusa Tenggara Barat.

Khusus komoditas kerbau, Banten bahkan disebut mengalami surplus pasokan.

Di sisi lain, Distan Banten juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Distan Banten Ari Mardiana mengatakan, ratusan petugas telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan di sekitar 2.000 titik penjualan hewan kurban.

“Mereka sudah mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang ada di lapak-lapak penjualan untuk mencegah penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, dan brucellosis,” kata Ari.

Distan Banten memastikan pengawasan dilakukan untuk menjaga kualitas dan kesehatan hewan kurban yang dijual kepada masyarakat.

“Pada tahun 2025 lalu tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Banten atau nol kasus, harapannya di tahun 2026 ini kondisinya juga masih sama terkendali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup