Garuda Indonesia Siagakan 15 Pesawat Berbadan Lebar untuk Angkutan Haji 2026
TANGERANG, WARTAXPRESS.com- – Maskapai nasional Garuda Indonesia menyatakan kesiapan armada guna melayani penerbangan haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menyiagakan 15 pesawat berbadan lebar (wide body). Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran transportasi bagi sekitar 102 ribu jemaah asal Indonesia.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menjelaskan bahwa seluruh armada yang disiapkan terdiri atas enam unit Boeing 777 dan sembilan unit Airbus A330. Persiapan ini dipastikan melalui pengecekan langsung di Hanggar 2 GMF AeroAsia, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (15/4).
“Kami sudah menyiapkan 15 pesawat dengan 10 embarkasi. Tahun ini menjadi kebahagiaan bagi Garuda Indonesia karena seluruh jemaah haji dilayani oleh kami,” ujar Glenny dalam keterangannya.
Fokus Pelayanan Lansia
Mengingat sekitar 60 persen dari total jemaah tahun ini merupakan kategori lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, Garuda Indonesia memberikan perhatian ekstra pada aspek aksesibilitas. Maskapai menyediakan sedikitnya 300 kursi roda yang tersebar di seluruh titik embarkasi.
Lebih lanjut, Glenny menegaskan bahwa jemaah lansia akan mendapatkan prioritas kenyamanan dengan ditempatkan di kelas bisnis selama durasi penerbangan.
“Kursi roda sudah kami siapkan, jemaah lansia kami tempatkan di kelas bisnis agar perjalanan mereka lebih nyaman,” tambahnya.
Jangkauan Operasional dan SDM
Layanan penerbangan haji tahun ini mencakup 10 embarkasi utama, yaitu:
* Jakarta, Banda Aceh, Medan, dan Padang.
* Solo, Yogyakarta, Balikpapan, dan Banjarmasin.
* Ujung Pandang dan Lombok.
Untuk mendukung operasional yang masif ini, Garuda Indonesia menerjunkan sedikitnya 300 pilot dan 700 awak kabin. Perusahaan menargetkan tingkat ketepatan waktu atau *On Time Performance* (OTP) mampu mencapai angka di atas 90 persen.
Dukungan Pemerintah terhadap Biaya Avtur
Terkait dinamika harga bahan bakar pesawat (avtur) yang tengah meningkat, Glenny memastikan hal tersebut tidak akan membebani kantong jemaah. Pemerintah berkomitmen menanggung selisih biaya operasional akibat kenaikan harga avtur.
“Pemerintah hadir untuk membantu meringankan beban jemaah. Meski harga avtur meningkat, pemerintah menanggung seluruh biaya selisihnya, sehingga jemaah tidak perlu khawatir,” kata Glenny.
Selama perjalanan, para jemaah juga akan mendapatkan layanan konsumsi berupa makanan berat dengan pilihan menu protein ikan atau daging, baik pada fase keberangkatan menuju Tanah Suci maupun kepulangan ke tanah air.
Dengan kesiapan armada dan dukungan penuh dari pemerintah, Garuda Indonesia optimistis dapat memberikan pelayanan maksimal demi menjamin keamanan dan kenyamanan ibadah haji tahun 2026.

Tinggalkan Balasan