Sungai Cimanceuri Meluap, 1.800 KK di Desa Cirumpak Tangerang Terendam Banjir Hingga 1 Meter
TANGERANG KABUPATEN, WARTAXPRESS.com Ribuan rumah di Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, terendam banjir setinggi 50 sentimeter hingga 100 sentimeter pada Selasa (26/01/26). Bencana ini disebabkan meluapnya Sungai Cimanceuri dan Sungai Cipasilian akibat kiriman air dari wilayah hulu.
Data sementara mencatat sebanyak 1.837 rumah warga terendam, yang berdampak pada sedikitnya 1.883 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 4.000 jiwa.
Akibat ketinggian air yang masuk hingga ke dalam rumah, warga terpaksa mengungsi ke bahu jalan menggunakan tenda darurat dari BPBD dan terpal seadanya.
Kepala Desa Cirumpak, Ridwan Afif, mengungkapkan bahwa banjir kali ini merupakan yang terparah dalam dua dekade terakhir. Menurutnya, air mulai naik sejak 22 Januari dan mencapai puncaknya pada 25 Januari kemarin.
“Penyebabnya Desa Cirumpak ini dialiri dua sungai, Cipasilian dan Cimanceuri. Sungai Cimanceuri kiriman dari Bogor, sementara Cipasilian dari Pintu 10 atau Balaraja. Air meluap karena bendungan di daerah itu jebol. Ini fenomena luar biasa, sudah 25 tahun baru terjadi banjir sebesar ini,” ujar Ridwan.
Dari total 13 RT di Desa Cirumpak, 10 RT di antaranya terdampak parah. Hanya 3 RT yang aman karena berada di dataran tinggi yang berbatasan dengan wilayah Sukamulya.
Saat ini, mayoritas warga memilih bertahan di tenda-tenda di pinggir jalan karena enggan meninggalkan harta benda mereka. Sebagian kecil lainnya mengungsi ke rumah kerabat di desa tetangga yang lebih tinggi.
Ridwan mengakui bahwa penanganan di awal sempat terkendala karena luasnya titik banjir di Kabupaten Tangerang yang mencapai 27 kecamatan. Namun, koordinasi intensif kini telah membuat bantuan mulai mengalir.
“Awalnya memang agak lambat karena banjir terjadi serentak di satu Kabupaten. Tapi setelah komunikasi, alhamdulillah sekarang Desa Cirumpak diprioritaskan oleh Pak Bupati dan dinas terkait. Kendala signifikan sudah teratasi berkat bantuan BPBD,” jelasnya.
Terkait kebutuhan dasar, Ridwan memastikan stok logistik makanan untuk satu minggu ke depan masih mencukupi. Semua bantuan saat ini dipusatkan di gudang BUMDes untuk didistribusikan secara berkala kepada warga.
Meski demikian, warga yang bertahan di pengungsian mulai mengeluhkan kondisi kesehatan. Selain bahan makanan, bantuan berupa selimut dan obat-obatan sangat mendesak diperlukan, mengingat cuaca yang masih sering turun hujan.
“Ketinggian air saat ini masih fluktuatif (stagnan), kadang turun kadang naik. Kami terus pantau bersama tim. Mudah-mudahan hari ini tidak hujan lagi agar ada penyusutan air yang drastis besok,” tutup Ridwan.

Tinggalkan Balasan